TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Suasana haru dan penuh rasa syukur mewarnai prosesi pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kota Bengkulu yang digelar di Balai Kota Merah Putih, Senin (16/6/2025). Salah satu wajah bahagia di antara ratusan peserta adalah Arpan, tenaga honorer yang telah mengabdi di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu sejak tahun 2008.
Dengan mengenakan seragam Korpri, peci hitam, dan sepatu hitam mengilap, Arpan berdiri tegak menerima surat keputusan pengangkatannya. Setelah hampir dua dekade menjadi tenaga honorer tanpa kejelasan status, akhirnya di bawah kepemimpinan Wali Kota Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing, ia berhasil diangkat menjadi PPPK.
“Walaupun masa kerja saya sebagai PPPK hanya tersisa satu tahun lebih karena tahun depan saya pensiun di usia 58 tahun, saya tetap bersyukur. Ini adalah berkah yang saya syukuri dengan sepenuh hati,” ungkap Arpan dengan mata berkaca-kaca.
Rasa syukur itu disampaikan Arpan bukan hanya karena status kepegawaiannya yang kini resmi, namun juga karena ia merasa dihargai atas pengabdiannya selama ini. Ia pun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bengkulu yang telah memperjuangkan nasib para honorer.
“Alhamdulillah atas rezeki ini. Terima kasih Pak Wali dan Pak Wawali. Di masa tua ini, saya masih diberikan kesempatan untuk mengabdi secara resmi,” tuturnya dengan suara lirih namun penuh haru.
Arpan berkomitmen untuk terus memberikan dedikasi terbaiknya hingga masa tugasnya berakhir. “Saya siap membantu Pemerintah Kota Bengkulu, menjalankan tugas sesuai visi-misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Pengabdian saya akan terus berjalan sampai titik akhir,” tambahnya.
Tak hanya Arpan, kisah penuh haru juga datang dari Meinar Simanjuntak, seorang guru senior berusia 59 tahun yang telah mengabdikan diri sebagai pendidik sejak tahun 2004. Meinar kini juga resmi menjadi bagian dari 500 orang yang dilantik sebagai PPPK Kota Bengkulu.
“Sudah lama saya menanti momen ini. Sebagai guru yang telah lebih dari 20 tahun mengajar, tentu saya sangat bersyukur akhirnya bisa merasakan status resmi sebagai PPPK,” ucap Meinar dengan senyum bahagia.
Meinar mengaku bangga menjadi bagian dari tenaga pendidik yang diakui secara formal oleh negara, meskipun usianya hampir memasuki masa pensiun. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Bengkulu yang telah membuka kesempatan ini bagi para guru senior.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Bengkulu, khususnya kepada Pak Wali dan Pak Wawali yang tidak membeda-bedakan usia dalam memberikan kesempatan. Ini menjadi semangat baru bagi kami yang sudah lama mengabdi,” ujarnya.
Sebagai guru yang telah lama bergelut di dunia pendidikan, Meinar memberikan pesan penuh makna kepada generasi pendidik yang lebih muda. Ia mengingatkan pentingnya ketulusan dalam menjalankan tugas sebagai guru.
“Dedikasi seorang guru bukan sekadar mengajar, tapi juga mendidik dan membimbing dengan hati. Tugas ini seringkali dijalankan dengan penuh pengorbanan dan tanpa pamrih. Nilai-nilai itu jangan sampai luntur oleh waktu,” pesannya kepada para guru muda.
Pelantikan 500 PPPK ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bengkulu untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga honorer dan memberikan kepastian status kepegawaian. Dalam sambutannya, Wali Kota Dedy Wahyudi menyatakan bahwa pengangkatan ini adalah bentuk penghargaan atas loyalitas dan pengabdian para pegawai.
“Kami ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakat, dan itu dimulai dengan memuliakan para pengabdi yang telah lama bekerja untuk pemerintah,” kata Dedy dalam sambutannya.
Dengan pelantikan ini, Arpan, Meinar, dan ratusan pegawai lainnya kini melangkah dengan lebih pasti. Meski masa kerja mereka mungkin tak lama lagi, status resmi sebagai PPPK menjadi pengakuan yang layak atas dedikasi dan kesetiaan mereka selama ini.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra