Skip to main content

Bank Sampah di Lempuing Ubah Sampah Jadi Tabungan Bernilai Jutaan Rupiah

Bank Sampah di Lempuing Ubah Sampah Jadi Tabungan Bernilai Jutaan Rupiah

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>   Bank Sampah Kreatif Berseri Lempuing menjadi bukti nyata bahwa sampah rumah tangga bisa diubah menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Warga yang menjadi nasabah bank sampah ini berhasil membuktikan bahwa sampah tidak hanya sekadar limbah, tetapi juga memiliki nilai ekonomis tinggi.

Bank sampah yang berlokasi di Kelurahan Lempuing, Kota Bengkulu ini, kini memiliki banyak nasabah aktif. Beberapa di antaranya bahkan memiliki tabungan dengan saldo yang cukup besar, mencapai jutaan rupiah. Rata-rata nasabah secara konsisten menabung hasil pemilahan sampah rumah tangga yang mereka kumpulkan setiap harinya.

Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, yang meninjau langsung aktivitas bank sampah tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap para nasabah. Menurutnya, apa yang dilakukan warga Lempuing ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menanggulangi persoalan sampah sekaligus mendorong ekonomi masyarakat.

“Saya sangat bangga melihat semangat dan kesadaran warga dalam mengelola sampah. Dari sarok jadi piti, istilah Bengkulu yang berarti dari sampah jadi uang, benar-benar terjadi di sini,” ujar Dedy Wahyudi saat kunjungan, Jumat (20/6/2025).

Salah satu kisah inspiratif datang dari Kurnia Hayati, seorang ibu rumah tangga berusia 60 tahun. Ia menjadi nasabah aktif bank sampah sejak lama dan kini memiliki saldo tabungan sebesar Rp5 juta. Bahkan, bila tidak ditarik sebagian, saldonya sempat mencapai Rp9 juta.

Kurnia menyebut bahwa uang hasil menabung sampah ini ia niatkan untuk berangkat umrah. Niat mulia itu mendapat dukungan penuh dari Walikota Bengkulu.

“Niat beliau kita aamiinkan. Tabungan ini diniatkan untuk ibadah umrah. Jika nanti masih kurang, insya Allah kita bantu,” kata Dedy Wahyudi tersenyum sembari menepuk pundak Kurnia dengan penuh rasa haru.

Tidak hanya Kurnia, ada pula Sadah Hariyani, warga Kelurahan Lempuing yang juga menjadi nasabah Bank Sampah Kreatif Berseri. Ia saat ini telah mengumpulkan saldo sebesar Rp1 juta, hasil dari rajin memilah dan menyetorkan sampah.

Yang menarik, Sadah menggunakan uang dari tabungan bank sampah itu untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Baginya, sebagai warga negara, taat pajak adalah kewajiban yang harus dipenuhi.

“Uang dari sampah ini saya pakai untuk bayar pajak. Senang rasanya bisa membantu negara dengan cara ini,” ungkap Sadah.

Walikota pun kembali menyampaikan kekagumannya atas semangat warganya. Ia menyebut bahwa jika seluruh masyarakat memiliki pola pikir serupa, maka banyak persoalan lingkungan bisa teratasi.

“Kalau semua warga seperti ini, masalah sampah kita bisa berkurang drastis. TPA tidak akan penuh karena sampah dipilah dari rumah, dan masyarakat pun mendapat keuntungan secara finansial,” ujar Dedy.

Ia berharap keberhasilan bank sampah Lempuing ini bisa menjadi contoh bagi kelurahan lain di Kota Bengkulu. Pemilahan sampah dari rumah menjadi kunci utama dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Keberadaan Bank Sampah Kreatif Berseri Lempuing tidak hanya mengedukasi warga soal pentingnya memilah sampah, tetapi juga membentuk budaya baru di tengah masyarakat. Budaya yang tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga mendatangkan manfaat ekonomi nyata.

Melalui pendekatan ini, Pemerintah Kota Bengkulu terus mendorong agar kesadaran lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup warga.

Inisiatif ini juga menunjukkan bahwa program sederhana, bila dijalankan dengan komitmen dan dukungan komunitas, dapat memberikan dampak signifikan. Dari sarok jadi piti bukan sekadar slogan, tapi realita yang memberi harapan bagi masa depan kota yang bersih dan sejahtera.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra