Skip to main content

Dedy Wahyudi Dorong City Branding Kota Bengkulu Bersama UNIB

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi saat menghadiri peluncuran buku “Ekosistem City Branding Partisipatif: Orkestrasi Potensi Wisata, Budaya dan Lanscape Digital Kota Bengkulu” karya mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UNIB. Kegiatan berlangsung di Gedung Merah Putih, Kota Bengkulu

TEROPONGPUBLIK.CO.ID. – Upaya memperkuat identitas Kota Bengkulu sebagai daerah tujuan wisata dan pusat pertumbuhan ekonomi kreatif mendapat dorongan baru dari kalangan akademisi. Gagasan tersebut dituangkan mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bengkulu (UNIB) melalui sebuah buku yang membahas strategi membangun citra kota secara partisipatif.

Buku berjudul “Ekosistem City Branding Partisipatif: Orkestrasi Potensi Wisata, Budaya dan Lanscape Digital Kota Bengkulu” itu mendapat apresiasi dari Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi saat peluncurannya di Gedung Merah Putih, Senin (14/9/2026).

Menurut Dedy, kehadiran buku tersebut bukan sekadar karya akademik. Sejumlah gagasan di dalamnya dinilai dapat menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Kota Bengkulu dalam merancang strategi promosi daerah, khususnya untuk memperkenalkan potensi wisata, budaya dan karakter Kota Bengkulu kepada masyarakat yang lebih luas.

Dedy bahkan membuka peluang agar gagasan akademik tersebut tidak berhenti di ruang kampus. Ia mendorong adanya kerja sama yang lebih konkret antara Pemkot Bengkulu dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNIB sehingga berbagai konsep yang telah dirumuskan mahasiswa dapat diuji dan diterapkan dalam program pembangunan.

“Intinya kami butuh ide dan gagasan karena gudangnya ide itu ada di kampus, sementara untuk kegiatan yang aplikatif itu adanya di pemerintah kota,” ujar Dedy.

Ia menjelaskan, city branding memiliki posisi penting dalam membangun daya tarik sebuah daerah. Kota yang memiliki identitas kuat dan mampu mengemas potensinya secara menarik akan lebih mudah dikenal masyarakat di luar daerah.

Bagi Kota Bengkulu, strategi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Semakin banyak orang datang, semakin besar pula peluang bagi sektor perhotelan, kuliner, transportasi, UMKM hingga ekonomi kreatif untuk berkembang.

“Kalau orang datang ke Kota Bengkulu, kota ini akan ramai, dia akan menginap, dia akan belanja dan memajukan ekonomi kita,” katanya.

Dedy juga menilai perguruan tinggi memiliki sumber daya intelektual yang sangat besar untuk membantu pemerintah menjawab berbagai tantangan pembangunan. Karena itu, hubungan antara pemerintah daerah dan kampus menurutnya tidak cukup hanya dalam bentuk kegiatan seremonial.

Ia menginginkan adanya pembagian peran yang jelas. Perguruan tinggi dapat memberikan kajian, konsep, inovasi dan rekomendasi berbasis ilmu pengetahuan, sedangkan pemerintah memiliki kewenangan untuk menerjemahkan gagasan tersebut menjadi kebijakan dan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kolaborasi semacam itu, lanjut Dedy, juga dapat menjadi model bagi program studi lainnya. Ia berharap karya mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UNIB mampu memotivasi mahasiswa dari bidang keilmuan lain untuk menghasilkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan Kota Bengkulu.

“Kalau semua prodi seperti ini, kita akan banyak menghasilkan karya ilmiah dan juga gagasan tentang bagaimana membangun Kota Bengkulu,” ungkapnya.

Buku tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan citra daerah tidak hanya bergantung pada pemerintah. Masyarakat, akademisi, pelaku usaha, komunitas kreatif, media dan generasi muda dapat mengambil peran dalam membentuk narasi positif mengenai sebuah kota.

Dalam konteks perkembangan teknologi informasi, pemanfaatan ruang digital juga menjadi bagian penting dari strategi city branding. Potensi wisata dan budaya Kota Bengkulu perlu dikemas dalam narasi yang menarik serta disebarluaskan melalui berbagai platform agar mampu menjangkau calon wisatawan dari dalam maupun luar daerah.

Peluncuran buku ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas antara Pemkot Bengkulu dan UNIB. Dengan menggabungkan kekuatan akademik dan kebijakan pemerintah, berbagai potensi Kota Bengkulu diharapkan dapat dikembangkan menjadi identitas daerah yang kuat, konsisten dan memiliki daya saing.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Bengkulu, kepala OPD di lingkungan Pemkot Bengkulu, akademisi, komunitas kreatif serta perwakilan media massa.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra