TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menerima kunjungan silaturahmi Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I), Kunto Arief Wibowo, di Balai Kota Merah Putih, Senin (16/2/2026). Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan jajaran TNI di wilayah barat Indonesia.
Kedatangan Pangkogabwilhan I turut didampingi Ketua IKKT PWA CBS II Kogabwilhan I, Ny. Mia Kunto Arief Wibowo, beserta rombongan. Sementara itu, Wali Kota Bengkulu hadir bersama istri, Ny. Dian Fitriani Wahyudi. Penyambutan dilakukan secara resmi sebagai bentuk penghormatan atas kunjungan pimpinan tinggi TNI tersebut ke Kota Bengkulu.
Dalam keterangannya, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini merupakan bagian dari agenda pembinaan langsung terhadap satuan-satuan di bawah komando wilayah pertahanan barat. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan kesiapan operasional prajurit dalam menghadapi berbagai kemungkinan dinamika keamanan dan tantangan strategis, baik yang bersifat militer maupun nonmiliter.
Menurutnya, evaluasi lapangan menjadi langkah penting agar pimpinan dapat memperoleh gambaran riil terkait kondisi wilayah. Informasi tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan strategis dan langkah antisipatif ke depan. Ia menegaskan bahwa kesiapan personel, alutsista, hingga koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat demi menjaga stabilitas nasional.
Selain fokus pada aspek pertahanan, kunjungan ini juga dirangkaikan dengan agenda latihan mitigasi bencana dan pemetaan wilayah di bawah Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I untuk kawasan Sumatera. Hal ini dinilai penting mengingat wilayah barat Indonesia memiliki kerentanan terhadap bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, dan banjir.
Wali Kota Dedy Wahyudi menyambut baik kehadiran Pangkogabwilhan I beserta jajaran di Kota Bengkulu. Ia menyatakan bahwa Pemerintah Kota Bengkulu siap mendukung berbagai program strategis TNI, termasuk dalam hal kesiapsiagaan menghadapi bencana. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan aparat pertahanan merupakan kunci utama dalam membangun sistem respons cepat yang terintegrasi.
“Sinergi ini sangat penting, terutama dalam konteks mitigasi bencana. Kota Bengkulu berada di wilayah yang memiliki potensi risiko gempa dan tsunami, sehingga kesiapan bersama harus terus diasah,” ujar Dedy.
Ia menambahkan, kerja sama lintas sektor tidak hanya terbatas pada aspek keamanan dan pertahanan, tetapi juga mencakup edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan. Pemerintah Kota Bengkulu, kata dia, terus mendorong peningkatan literasi kebencanaan melalui pelatihan dan simulasi secara berkala.
Pertemuan tersebut juga menjadi ajang diskusi terkait pemetaan wilayah strategis di Sumatera yang masuk dalam cakupan Kogabwilhan I. Pemetaan ini mencakup identifikasi titik-titik rawan, infrastruktur vital, hingga jalur evakuasi yang perlu diperkuat. Dengan adanya pemetaan yang komprehensif, diharapkan respons terhadap situasi darurat dapat dilakukan secara lebih cepat dan terukur.
Pangkogabwilhan I menekankan bahwa tantangan pertahanan saat ini semakin kompleks, sehingga membutuhkan pendekatan terpadu. Tidak hanya kekuatan militer, tetapi juga dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat sangat menentukan keberhasilan menjaga stabilitas wilayah.
Kunjungan ini pun diharapkan semakin mempererat hubungan antara Pemerintah Kota Bengkulu dan jajaran TNI. Kedua pihak sepakat untuk terus menjaga komunikasi dan koordinasi agar setiap potensi ancaman maupun risiko bencana dapat diantisipasi sedini mungkin.
Dengan adanya kunjungan kerja tersebut, Kota Bengkulu tidak hanya menjadi lokasi silaturahmi, tetapi juga bagian dari strategi besar penguatan pertahanan dan kesiapsiagaan nasional di wilayah barat Indonesia. Pemerintah daerah dan TNI pun berkomitmen melangkah bersama demi mewujudkan keamanan dan keselamatan masyarakat secara berkelanjutan.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra