TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Provinsi Bengkulu kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengelolaan zakat sebagai salah satu instrumen pembangunan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal tersebut ditandai dengan pelantikan jajaran Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Bengkulu periode 2026–2031 yang dipimpin langsung oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, di Balai Raya Semarak Bengkulu, Selasa (4/8).
Pelantikan tersebut menjadi awal masa pengabdian kepengurusan baru yang diharapkan mampu menghadirkan tata kelola zakat, infak, dan sedekah yang semakin profesional, akuntabel, serta memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat Bengkulu.
Dalam prosesi pelantikan, Gubernur Helmi Hasan secara resmi mengukuhkan lima pimpinan BAZNAS Provinsi Bengkulu. H. Yulkamra dipercaya sebagai Ketua BAZNAS Provinsi Bengkulu. Sementara itu, posisi Wakil Ketua I diemban H. Romli bin Ronan, Lc., M.H., Wakil Ketua II dijabat Harmudya, Wakil Ketua III dipercayakan kepada Nazief Susila Dharma, dan Wakil Ketua IV diisi oleh Adi Sukmono.
Gubernur Helmi Hasan menegaskan bahwa amanah yang diemban para pimpinan BAZNAS bukan sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi juga membawa tanggung jawab moral untuk mengelola dana umat secara jujur, terbuka, dan tepat sasaran.
Menurutnya, zakat merupakan instrumen penting dalam membangun keadilan sosial sekaligus membantu pemerintah mengurangi angka kemiskinan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
"BAZNAS memiliki posisi strategis dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pengelolaan zakat harus dilakukan secara profesional, transparan, dan penuh tanggung jawab agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan," ujar Helmi Hasan.
Ia juga menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu siap membangun sinergi yang kuat dengan BAZNAS dalam merancang berbagai program sosial maupun ekonomi yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu.
Menurut Helmi, potensi zakat di Bengkulu masih sangat besar apabila dikelola secara maksimal. Oleh sebab itu, diperlukan inovasi dalam penghimpunan dana zakat sekaligus peningkatan kepercayaan masyarakat melalui tata kelola yang akuntabel.
"Pemerintah Provinsi Bengkulu akan terus mendukung langkah-langkah BAZNAS agar mampu menghadirkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Semoga kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah dengan baik dan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat," katanya.
Pelantikan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dengan pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dunia usaha, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan dalam mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah.
Kolaborasi tersebut dinilai penting mengingat zakat tidak hanya berfungsi sebagai ibadah, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan ekonomi berbasis pemberdayaan. Melalui pengelolaan yang tepat, dana zakat dapat dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan, layanan kesehatan, bantuan kemanusiaan, pengembangan usaha mikro, hingga program pemberdayaan ekonomi keluarga.
Dengan kepengurusan baru, BAZNAS Provinsi Bengkulu diharapkan mampu menghadirkan berbagai inovasi pelayanan yang memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat sekaligus memperluas jangkauan distribusi bantuan kepada para mustahik di seluruh wilayah Bengkulu.
Selain meningkatkan penghimpunan dana zakat, kepengurusan periode 2026–2031 juga diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan dan pelaporan sehingga pengelolaan dana umat dapat berlangsung secara terbuka dan akuntabel.
Melalui sinergi antara pemerintah, BAZNAS, dan seluruh elemen masyarakat, potensi zakat di Bengkulu diyakini dapat menjadi kekuatan besar dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan umat secara berkelanjutan.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra