TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<<>>> Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Srikaton, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, dikemas melalui pertunjukan seni dan budaya. Pemerintah Desa Srikaton menghadirkan drama tradisional yang mengangkat cerita rakyat Bengkulu, Putri Gading Cempaka, pada Jumat malam, 21 Agustus 2026.
Pertunjukan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Warga datang untuk menyaksikan langsung kisah yang selama ini menjadi bagian dari warisan budaya Bengkulu. Suasana hiburan rakyat semakin semarak karena kegiatan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal kembali cerita leluhur.
Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.A.P., bersama istrinya, Dr. S. Damarini Rachmat, S.KM., M.P.H., turut hadir dalam kegiatan tersebut. Sejumlah pejabat dan tokoh daerah juga terlihat menghadiri acara, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Balai Kebudayaan Bengkulu, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Dukcapil, Camat Pondok Kelapa, Ketua Komisi III DPRD Bengkulu Tengah, Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA), serta sejumlah anggota DPRD.
Kehadiran unsur pemerintah dan tokoh masyarakat menunjukkan bahwa pelestarian budaya lokal mendapat perhatian di tengah perkembangan zaman. Cerita rakyat dinilai tidak sekadar menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga dapat menjadi media pendidikan karakter bagi generasi muda.
Kepala Desa Srikaton, Muhamad Sarjoni, S.AP., secara resmi membuka kegiatan. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang dinilai menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan acara tersebut.
Menurut Sarjoni, tingginya partisipasi warga memperlihatkan bahwa masyarakat masih memiliki kepedulian terhadap keberadaan kesenian tradisional. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sehingga generasi muda tidak kehilangan hubungan dengan budaya daerahnya sendiri.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bengkulu Tengah dan Ibu Bupati yang telah hadir secara langsung di tengah masyarakat Desa Srikaton. Kehadiran pimpinan daerah tersebut dinilai memberikan motivasi bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk terus mengembangkan kegiatan seni budaya.
Drama yang ditampilkan mengangkat kisah Putri Gading Cempaka, salah satu cerita rakyat yang dikenal dalam khazanah budaya Bengkulu. Kisah tersebut menggambarkan perjalanan seorang putri yang menghadapi keadaan sulit dan mengambil keputusan besar dengan mengedepankan pengorbanan.
Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto menilai pesan yang terkandung dalam cerita tersebut relevan untuk terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Menurutnya, nilai keberanian, pengorbanan, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap daerah dapat disampaikan melalui pertunjukan budaya dengan cara yang lebih mudah diterima masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah sangat memberikan perhatian terhadap pengembangan kebudayaan. Cerita rakyat seperti Putri Gading Cempaka mengandung pesan moral yang mendalam, terutama mengenai semangat berkorban,” ujar Rachmat.
Ia menjelaskan, cerita tersebut memperlihatkan bagaimana seorang putri rela meninggalkan kehidupan di istana dan menempuh perjalanan ke tempat yang jauh demi sebuah pengorbanan. Nilai tersebut, menurutnya, merupakan bagian penting yang dapat dipetik oleh masyarakat, khususnya generasi muda.
Rachmat menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah berkomitmen memberikan ruang bagi pengembangan kebudayaan lokal. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan seni, festival budaya, pertunjukan tradisional, hingga pengenalan cerita rakyat kepada pelajar.
Momentum peringatan HUT ke-81 RI di Desa Srikaton akhirnya tidak hanya menjadi agenda hiburan masyarakat. Pertunjukan drama tradisional tersebut sekaligus menjadi upaya menjaga identitas budaya daerah agar tetap hidup dan dikenal di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan semacam ini, pemerintah desa dan masyarakat berharap seni tradisional tidak berhenti sebagai cerita masa lalu. Sebaliknya, warisan budaya dapat terus ditampilkan, dipelajari, serta diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari jati diri masyarakat Bengkulu.
Pewarta : Rizon
Editing : Adi Saputra