Skip to main content

Festival Sarafal Anam Siap Digelar di Kota Bengkulu, BMA Nilai Jadi Momentum Lestarikan Warisan Budaya Islami

Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Kota Bengkulu, Harmen Zairin, menyampaikan dukungan terhadap rencana penyelenggaraan Festival Sarafal Anam yang dinilai menjadi momentum strategis dalam melestarikan budaya Islami bertepatan dengan HUT ke-81 RI dan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Rencana penyelenggaraan Festival Sarafal Anam di Kota Bengkulu mendapat sambutan hangat dari berbagai elemen masyarakat. Salah satu dukungan datang dari Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Kota Bengkulu, Harmen Zairin, yang menilai kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam menjaga kelestarian seni budaya bernuansa Islami yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Menurut Harmen, festival yang direncanakan digelar dalam waktu dekat memiliki makna yang sangat istimewa karena bertepatan dengan dua momentum besar, yakni peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Kedua peringatan tersebut dinilai menjadi waktu yang tepat untuk mengangkat kembali kekayaan budaya daerah yang sarat dengan nilai religius.

Ia mengatakan, Sarafal Anam bukan sekadar pertunjukan seni tradisional, melainkan juga menjadi media dakwah yang telah lama hidup di tengah masyarakat Bengkulu. Melalui lantunan puji-pujian kepada Allah SWT, selawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta iringan tabuhan rebana, kesenian ini mengandung pesan moral, spiritual, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan.

"Alhamdulillah saya sebagai Ketua BMA Kota Bengkulu merasa senang sekali dengan adanya rencana Festival Sarafal Anam, karena momennya sangat tepat dan bersentuhan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia serta Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Kita tentu memahami bahwa Sarafal Anam merupakan kesenian yang bernuansa Islami. Semoga Festival Sarafal Anam yang akan datang berjalan lancar dan sukses," ujar Harmen Zairin, Rabu (5/8/2026).

Harmen menambahkan, keberadaan Festival Sarafal Anam diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga mampu memperkuat identitas budaya Kota Bengkulu di tengah derasnya perkembangan zaman. Menurutnya, pelestarian budaya harus dilakukan secara berkelanjutan agar generasi muda tetap mengenal dan mencintai warisan leluhur.

Ia menilai keterlibatan masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, hingga kalangan pelajar menjadi faktor penting dalam menyukseskan festival tersebut. Dengan partisipasi yang luas, nilai-nilai yang terkandung dalam Sarafal Anam dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Selain sebagai upaya menjaga tradisi, Festival Sarafal Anam juga diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah. Kehadiran peserta maupun pengunjung dari berbagai wilayah diperkirakan akan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, kuliner, hingga industri kreatif lokal.

BMA Kota Bengkulu pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung penyelenggaraan festival tersebut. Harmen berharap seluruh tahapan persiapan dapat berjalan sesuai rencana sehingga pelaksanaan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan meriah.

Ia optimistis Festival Sarafal Anam akan menjadi salah satu agenda budaya yang mampu memperkuat citra Kota Bengkulu sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat, budaya, dan keagamaan. Kehadiran festival ini juga diharapkan menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat sekaligus mempererat persatuan dalam semangat kebangsaan dan keislaman.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, Festival Sarafal Anam diharapkan mampu menjadi ikon budaya religi Kota Bengkulu yang tidak hanya dikenal di tingkat daerah, tetapi juga mendapat perhatian secara nasional. Melalui kegiatan ini, warisan budaya leluhur dapat terus hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan masyarakat Bengkulu di masa yang akan datang.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra