TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Festival Tabut 2026 kembali membuktikan diri sebagai salah satu agenda budaya terbesar di Provinsi Bengkulu. Selama sepuluh hari pelaksanaan, perhelatan yang mengusung tema “Semarak Muharram Bengkulu” tersebut berhasil menarik hampir 250 ribu pengunjung dari berbagai daerah serta menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Capaian tersebut melampaui target yang sebelumnya ditetapkan oleh panitia penyelenggara. Tidak hanya menjadi magnet wisata budaya, Festival Tabut tahun ini juga berhasil menggerakkan sektor ekonomi kreatif, perdagangan, hingga usaha mikro yang berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Murlin Hanizar, dalam laporan penutupan Festival Tabut 2026 yang digelar Rabu malam (25/6/2026), mengungkapkan bahwa jumlah pengunjung yang hadir jauh melebihi perkiraan awal.
Menurutnya, target kunjungan yang ditetapkan pada awal penyelenggaraan berada di angka 200 ribu orang. Namun berdasarkan hasil pemantauan di lapangan serta data yang dihimpun selama pelaksanaan kegiatan, jumlah pengunjung mencapai hampir 250 ribu orang.
“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Dari data yang kami kumpulkan selama sepuluh hari penyelenggaraan, jumlah pengunjung mendekati 250 ribu orang. Ini melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya,” kata Murlin.
Tingginya jumlah kunjungan tersebut memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi di kawasan festival. Berdasarkan survei yang dilakukan Dinas Pariwisata melalui pengambilan sampel berkala, rata-rata pengeluaran pengunjung berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp300 ribu per orang selama berada di area kegiatan.
Dari hasil perhitungan tersebut, pemerintah memperkirakan total perputaran uang selama Festival Tabut 2026 mencapai lebih dari Rp20 miliar. Angka tersebut berasal dari transaksi yang terjadi di sektor kuliner, produk UMKM, kerajinan tangan, hiburan, transportasi, hingga jasa pendukung lainnya.
Selain memberikan dampak ekonomi, Festival Tabut juga menunjukkan kepedulian terhadap pelaku usaha kecil. Panitia menyediakan sebanyak 23 stan gratis melalui program “Bantu Rakyat” yang diperuntukkan bagi masyarakat dan pelaku UMKM agar dapat memasarkan produk mereka tanpa terbebani biaya sewa tempat.
Program tersebut mendapat sambutan positif karena dinilai mampu membantu usaha kecil memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk menjangkau konsumen selama festival berlangsung.
Di bidang pelestarian budaya, Festival Tabut 2026 menghadirkan berbagai perlombaan seni tradisional yang melibatkan peserta dari berbagai daerah di Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus menjaga warisan budaya daerah.
Lomba Musik Dol menjadi salah satu agenda yang paling diminati dengan jumlah peserta mencapai 34 kelompok. Selain itu, Lomba Tari Kreasi Tabut juga diikuti 34 peserta yang menampilkan kreativitas dan inovasi dalam mengangkat nilai-nilai budaya Tabut.
Tak kalah menarik, Lomba Permainan Rakyat Ikan-Ikan diikuti 12 peserta yang berkompetisi dalam kategori penata terbaik, penyaji terbaik, dan penampilan terbaik. Sementara itu, Lomba Talentong yang merupakan salah satu kesenian tradisional khas Bengkulu diikuti oleh 15 peserta dari berbagai kalangan.
Kemeriahan festival semakin terasa dengan penampilan seni budaya dari perwakilan kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu. Beragam atraksi budaya yang ditampilkan berhasil menghibur ribuan pengunjung sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
Meskipun mencatatkan berbagai keberhasilan, Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam penyelenggaraan festival tahun ini. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan sebagai bahan perbaikan untuk pelaksanaan Festival Tabut pada masa mendatang.
Murlin menegaskan bahwa seluruh kritik, saran, dan masukan dari masyarakat akan menjadi perhatian serius agar penyelenggaraan festival berikutnya dapat berlangsung lebih baik, lebih tertata, dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Dinas Pariwisata juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kesuksesan Festival Tabut 2026. Dukungan datang dari Kementerian Pariwisata RI, Pemerintah Provinsi Bengkulu, unsur Forkopimda, pemerintah kabupaten dan kota, instansi vertikal, lembaga keamanan, hingga berbagai pihak swasta yang turut berkontribusi dalam kelancaran acara.
Rangkaian Festival Tabut 2026 akhirnya ditutup secara resmi oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan. Penutupan berlangsung meriah dan disaksikan ribuan masyarakat yang memadati kawasan Sport Center Pantai Panjang, menandai berakhirnya salah satu perayaan budaya terbesar di Bengkulu yang sukses mengangkat tradisi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra