Skip to main content

Gubernur Al Haris Buka Muskomwil II APEKSI 2025, Dorong Kota Jadi Barometer Kemajuan Provinsi

Gubernur Al Haris Buka Muskomwil II APEKSI 2025, Dorong Kota Jadi Barometer Kemajuan Provinsi

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>> Gubernur Provinsi Jambi, Al Haris, resmi membuka Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) II Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2025 yang digelar di Aula Graha Siginjai, Kamis sore (27/11/2025). Kegiatan strategis ini menjadi momentum penting bagi para wali kota di wilayah Sumatera bagian selatan untuk memperkuat konsolidasi dan merumuskan arah pembangunan perkotaan ke depan.

Muskomwil II tahun ini dihadiri oleh para wali kota dari berbagai daerah di Sumatera, termasuk Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi. Kehadiran para kepala daerah ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama antarkota serta menyatukan langkah dalam menghadapi dinamika pembangunan yang semakin kompleks.

Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa kota harus menjadi pusat kemajuan sebuah provinsi. Ia menyebut kota sebagai motor penggerak pembangunan dan pusat inovasi yang dapat mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat secara signifikan.

“Kota harus menjadi yang terbaik karena menjadi ukuran kemajuan provinsi,” tegas Al Haris di hadapan para peserta Muskomwil.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa para pemimpin daerah harus bersiap menghadapi tantangan yang semakin berat, terutama terkait keterbatasan anggaran. Menurutnya, kemampuan mengelola APBD secara cermat dan kreatif sangat diperlukan agar program pembangunan tetap berjalan optimal.

“Kita harus menyelesaikan visi-misi dengan dana terbatas. Yang penting, tinggalkan sesuatu yang bermanfaat. Pandai-pandailah mengatur APBD,” pesan Al Haris.

Sekretaris Dewan Pengurus sekaligus Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, turut memperkuat pesan tersebut. Ia menyampaikan bahwa tantangan pada tahun 2026 akan semakin kompleks, terutama karena tuntutan efisiensi anggaran serta dampak perubahan iklim yang mulai terasa di berbagai kota di Sumatera. Kondisi ini menuntut pemerintah kota mengambil langkah adaptif dan inovatif.

“Kita harus mencari solusi bersama agar kota semakin maju dan masyarakat semakin bahagia,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Jambi selaku Ketua Komwil II APEKSI, Maulana, menyoroti sejumlah persoalan yang saat ini dihadapi pemerintah kota, seperti laju urbanisasi, peningkatan kebutuhan layanan publik, hingga percepatan digitalisasi yang harus disikapi secara serius.

Dalam sesi pembahasan penyusunan Rencana Kerja Komwil II APEKSI periode 2025–2028, Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menegaskan pentingnya Muskomwil sebagai wadah strategis bagi para pemimpin daerah. Menurutnya, forum seperti ini tidak hanya menjadi ruang konsolidasi, tetapi juga tempat saling bertukar pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan kota.

“Melalui diskusi kolaboratif seperti ini, para wali kota dapat memperoleh wawasan baru dan inspirasi mengenai cara optimal untuk menggali serta memaksimalkan potensi pembangunan di wilayah masing-masing,” kata Dedy.

Muskomwil II APEKSI 2025 diharapkan mampu menghasilkan rumusan program yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kemajuan masyarakat perkotaan. Dengan sinergi yang kuat antarkota, para wali kota optimistis dapat menghadapi tantangan pembangunan yang kian kompleks dan menciptakan kota-kota yang lebih maju, modern, dan berdaya saing.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra