Skip to main content

Gubernur Helmi Hasan Evaluasi Program BGN, Pemprov Bengkulu Siapkan Strategi Perkuat Pasokan Bahan Baku SPPG

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menerima audiensi Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Bengkulu di ruang kerjanya, Selasa (28/7), membahas evaluasi pelaksanaan program pemenuhan gizi serta strategi memperkuat pasokan bahan baku dan pengembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (Foto: Istimewa).

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>   Pemerintah Provinsi Bengkulu terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program peningkatan gizi masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui evaluasi bersama terhadap pelaksanaan program Badan Gizi Nasional (BGN) yang kini berjalan di berbagai daerah.

Komitmen tersebut ditunjukkan Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, saat menerima audiensi Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Bengkulu di ruang kerjanya pada Selasa (28/7). Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban sekaligus menjadi forum koordinasi untuk membahas perkembangan pelaksanaan program pemenuhan gizi di Provinsi Bengkulu.

Dalam audiensi tersebut, Koordinator Regional BGN memaparkan capaian program yang telah dilaksanakan sekaligus menyampaikan sejumlah tantangan yang masih dihadapi di lapangan. Berbagai persoalan menjadi perhatian bersama, terutama berkaitan dengan ketersediaan bahan baku pangan yang dibutuhkan untuk mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Selain persoalan pasokan bahan pangan, kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana pada sejumlah SPPG juga menjadi pembahasan penting. Fasilitas yang memadai dinilai sangat diperlukan agar pelayanan pemenuhan gizi kepada masyarakat, khususnya kelompok sasaran program, dapat berjalan lebih optimal, efektif, dan berkelanjutan.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menerima audiensi Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Bengkulu di ruang kerjanya, Selasa (28/7), membahas evaluasi pelaksanaan program pemenuhan gizi serta strategi memperkuat pasokan bahan baku dan pengembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (Foto: Istimewa).

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Gubernur Helmi Hasan menyampaikan apresiasi kepada jajaran Badan Gizi Nasional yang terus bekerja meningkatkan kualitas layanan gizi di Bengkulu. Menurutnya, setiap kendala yang muncul harus dijadikan bahan evaluasi agar program nasional tersebut dapat berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Helmi Hasan menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu siap memberikan dukungan maksimal terhadap pelaksanaan program BGN. Ia menilai pemenuhan gizi merupakan bagian penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berkualitas sehingga memerlukan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan.

"Masukan yang disampaikan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Bengkulu. Berbagai persoalan akan kita evaluasi bersama agar dapat ditemukan solusi yang tepat sehingga program pemenuhan gizi ini berjalan semakin baik," tegas Helmi Hasan.

Sebagai tindak lanjut dari hasil pertemuan tersebut, Pemprov Bengkulu akan mengintensifkan koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah, terutama Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu. Langkah ini bertujuan untuk menyusun strategi dalam menjaga ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan oleh setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.

Melalui koordinasi tersebut, pemerintah akan melakukan pemetaan terhadap komoditas pertanian yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai penunjang kebutuhan program BGN. Penentuan komoditas prioritas diharapkan mampu menciptakan rantai pasok pangan yang lebih stabil sekaligus memberikan kepastian ketersediaan bahan baku bagi SPPG.

Tidak hanya mendukung keberlangsungan program pemenuhan gizi, kebijakan tersebut juga diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap sektor pertanian daerah. Para petani akan memperoleh peluang pasar yang lebih luas karena hasil panen dapat terserap secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan program pemerintah.

Dengan adanya keterpaduan antara sektor pertanian dan program pemenuhan gizi, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap tercipta ekosistem yang saling menguntungkan. Di satu sisi kebutuhan pangan bergizi masyarakat dapat terpenuhi, sementara di sisi lain kesejahteraan petani lokal ikut meningkat melalui kepastian permintaan terhadap hasil produksi mereka.

Audiensi ini sekaligus menjadi bukti bahwa keberhasilan program Badan Gizi Nasional tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi juga memerlukan dukungan penuh dari pemerintah daerah beserta seluruh stakeholder terkait. Sinergi yang kuat diyakini akan mempercepat terwujudnya ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat Bengkulu.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi secara berkala terhadap implementasi program BGN. Melalui koordinasi yang intensif dan langkah strategis yang terencana, diharapkan seluruh kendala yang masih dihadapi dapat diatasi sehingga manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu.(Adv).

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra