TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Cabang olahraga (cabor) gulat kembali menjadi andalan Provinsi Bengkulu dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri II Tahun 2025 yang digelar di Kudus, Jawa Tengah. Tradisi raihan medali yang telah melekat kuat pada cabor ini kembali berlanjut setelah salah satu pegulat terbaik Bengkulu, M. Haidar Mahbub, berhasil mempersembahkan medali pertama bagi kontingen Bengkulu.
Haidar yang turun di kelas 67 kilogram gaya Grego Roman putra, sukses menundukkan lawannya dari Sumatera Utara, Abel Balbolo, melalui kemenangan angka. Keberhasilan ini disambut penuh kebanggaan oleh tim pelatih dan seluruh kontingen Bengkulu yang hadir di arena pertandingan.
Kabar gembira tersebut disampaikan langsung oleh Adizaktuah, pelatih tim gulat Bengkulu, melalui sambungan telepon pada Senin siang (13/10/2025). Ia menyebutkan bahwa raihan medali perunggu tersebut menjadi bukti bahwa gulat Bengkulu masih mampu menjaga tradisi prestasi di kancah nasional.
“Kami tetap bersyukur, meski hanya perunggu, gulat Bengkulu masih bisa mempertahankan tradisi medali di ajang nasional. Ini menjadi motivasi bagi atlet lain yang akan bertanding,” ujar Adi dengan nada bangga.
Adi menjelaskan, pada hari kedua pelaksanaan PON Beladiri II, Bengkulu menurunkan dua atlet di arena gulat. Selain Haidar, ada juga Bahrony Elwansyah yang turun di kelas 60 kilogram gaya Grego Roman putra. Namun, Bahrony belum berhasil melangkah lebih jauh setelah terhenti di babak penyisihan.
Meski demikian, peluang Bengkulu untuk menambah koleksi medali masih terbuka lebar. Menurut Adi, masih ada enam pegulat lainnya yang akan tampil dalam beberapa hari mendatang. Salah satunya adalah Indana Istiqoma, pegulat putri yang akan bertanding di kelas 68 kilogram gaya bebas.
“Besok (Selasa, 14/10/2025), Indana Istiqoma akan turun gelanggang. Kami berharap ia dapat menambah pundi-pundi medali bagi Bengkulu. Mohon doa dan dukungan masyarakat,” tambah Adi yang juga merupakan peraih medali emas PON Surabaya.
Secara keseluruhan, kontingen gulat Bengkulu menurunkan delapan atlet terbaik pada PON Beladiri II 2025 yang berlangsung di Kudus mulai 11 hingga 26 Oktober. Hingga hari kedua, baru dua atlet yang bertanding, sementara enam lainnya masih menunggu giliran.
Adi optimistis, dengan semangat dan persiapan matang, para atlet Bengkulu dapat memberikan hasil maksimal dan membawa pulang lebih banyak medali. Ia menegaskan bahwa capaian Haidar menjadi bukti bahwa kerja keras selama masa latihan tidak sia-sia.
“Haidar membuka jalan. Kami berharap atlet lain bisa mengikuti jejaknya. Ini bukan hanya soal medali, tapi tentang menjaga semangat juang dan nama baik Bengkulu di tingkat nasional,” tutup Adi.
Dengan raihan medali perunggu dari Haidar Mahbub, gulat Bengkulu kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu cabor penyumbang medali bagi provinsi berjuluk Bumi Rafflesia tersebut. Harapan besar kini tertuju pada atlet-atlet berikutnya yang akan bertanding, demi menambah torehan prestasi Bengkulu di ajang olahraga nasional bergengsi ini.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra