TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>> Komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam memperkuat pembangunan berbasis keagamaan dan infrastruktur kembali ditegaskan melalui kegiatan Safari Subuh yang digelar Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, di Masjid Akbar Ketahun, Sabtu (28/2). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, bersama jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Safari Subuh yang dilaksanakan di Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara, itu bukan sekadar agenda silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi antara pemerintah dan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Helmi Hasan menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta untuk mendukung pembangunan dan penyempurnaan fasilitas Masjid Akbar Ketahun.
“Semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mempercepat pembangunan masjid dan meningkatkan kenyamanan jamaah. Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, bantuan ini kami serahkan,” ujar Helmi di hadapan para jamaah.
Menurutnya, masjid bukan hanya tempat ibadah, melainkan pusat pembinaan umat, pendidikan karakter, serta penguatan nilai-nilai kebersamaan. Karena itu, ia dan Mian berkomitmen menjadikan program pemakmuran masjid sebagai salah satu prioritas dalam lima tahun masa kepemimpinan mereka di Provinsi Bengkulu.
Helmi menegaskan, penguatan peran masjid akan dilakukan secara menyeluruh di berbagai kabupaten dan kota. Pemerintah provinsi, kata dia, akan terus memberikan dukungan baik dalam bentuk bantuan anggaran, program pembinaan, maupun kolaborasi kegiatan sosial dan keagamaan.
Selain menyoroti aspek keagamaan, Gubernur juga memaparkan perkembangan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah Bengkulu Utara. Ia menyebutkan bahwa sejumlah ruas jalan provinsi telah selesai dibangun maupun direkonstruksi guna meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Beberapa proyek yang telah berjalan antara lain peningkatan ruas Simpang Air Muring–Suka Makmur, pembangunan jalan dan jembatan di kawasan Air Ulu Palik, hingga rekonstruksi ruas Ketahun–Napal Putih. Infrastruktur tersebut dinilai strategis karena menjadi jalur utama mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian serta perkebunan.
Untuk tahun 2026, pembangunan infrastruktur tetap dilanjutkan meskipun pemerintah daerah menghadapi tantangan efisiensi anggaran. Helmi memastikan bahwa komitmen pembangunan tidak akan surut. Beberapa proyek yang telah direncanakan antara lain peningkatan ruas SP Gunung Selan–Lais dengan alokasi anggaran sekitar Rp22 miliar serta lanjutan rekonstruksi Ketahun–Napal Putih senilai Rp20 miliar.
“Kita memahami kondisi fiskal yang menuntut efisiensi. Namun, kebutuhan masyarakat terhadap akses jalan yang layak tetap menjadi prioritas. Karena itu, pembangunan akan terus kita dorong secara bertahap dan terukur,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada jalan dan jembatan, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga memperkuat layanan kesehatan di Bengkulu Utara. Tahun ini, daerah tersebut akan menerima tambahan 22 unit ambulans melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi. Penambahan armada ini diharapkan mampu meningkatkan respons layanan darurat, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Rencana pembangunan tahun 2026 juga mencakup pembangunan Jembatan Air Serangai di Simpang Batu serta rekonstruksi beberapa ruas strategis lainnya. Upaya tersebut bertujuan memperlancar konektivitas antar kecamatan, membuka akses ekonomi baru, serta memperpendek waktu tempuh distribusi barang dan jasa.
Wakil Gubernur Mian dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten menjadi kunci percepatan pembangunan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Safari Subuh di Masjid Akbar Ketahun pun berlangsung penuh kehangatan. Selain salat berjamaah, kegiatan diisi dengan dialog singkat antara gubernur dan warga. Sejumlah aspirasi disampaikan, mulai dari kebutuhan perbaikan fasilitas umum hingga dukungan terhadap program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui pendekatan langsung seperti ini, Helmi berharap pemerintah dapat lebih memahami kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang digelontorkan, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan warga.
Dengan kombinasi penguatan nilai religius dan percepatan pembangunan infrastruktur, Pemerintah Provinsi Bengkulu optimistis mampu mendorong pertumbuhan daerah yang lebih merata. Safari Subuh di Ketahun menjadi salah satu wujud nyata komitmen tersebut—menghadirkan pemerintah lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memastikan program pembangunan berjalan sesuai harapan.
Pewarna: Amg
Editing : Adi Saputra