Skip to main content

Hilal di Bengkulu Belum Penuhi Syarat, Idulfitri Tunggu Sidang Isbat

Hilal di Bengkulu Belum Penuhi Syarat, Idulfitri Tunggu Sidang Isbat

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<<>>>>   Hasil pemantauan hilal di Provinsi Bengkulu menunjukkan bahwa posisi bulan sabit muda belum memenuhi kriteria untuk penetapan awal 1 Syawal 1447 Hijriah. Dengan kondisi tersebut, kepastian Hari Raya Idulfitri masih menunggu hasil sidang isbat yang akan diumumkan oleh pemerintah pusat.

Pemantauan hilal atau rukyatul hilal dilaksanakan di kawasan Pantai Pasir Putih, Gora Beach Club, Pantai Panjang, pada Kamis (19/3). Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Bengkulu Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Khairil Anwar, bersama sejumlah perwakilan instansi terkait.

Rukyatul hilal ini merupakan bagian dari pemantauan serentak yang dilakukan di 117 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi Bengkulu, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Berdasarkan hasil pengamatan dan data BMKG, posisi hilal saat matahari terbenam di wilayah Bengkulu masih berada di bawah standar yang ditetapkan oleh kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Tercatat, tinggi hilal mencapai 2,251 derajat dengan elongasi 5,02 derajat. Sementara itu, kriteria MABIMS mensyaratkan tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Dengan belum terpenuhinya kriteria tersebut, maka secara teknis hilal dinyatakan belum memenuhi syarat untuk penentuan awal bulan Syawal. Hal ini juga sejalan dengan hasil pemantauan di berbagai daerah lain di Indonesia.

Menanggapi kondisi tersebut, Khairil Anwar mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menunggu hasil sidang isbat yang akan diumumkan pemerintah pusat. Apa pun hasilnya nanti, diharapkan dapat diterima dengan bijak,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga sikap toleransi di tengah kemungkinan adanya perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri di Indonesia. Menurutnya, perbedaan dalam penentuan awal bulan hijriah merupakan hal yang lumrah dan sudah sering terjadi.

“Perbedaan itu hal biasa. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tetap saling menghormati, termasuk kepada warga yang mengikuti penetapan dari Muhammadiyah atau organisasi lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Bengkulu, Detalia, menjelaskan bahwa secara astronomis posisi hilal memang masih sangat rendah sehingga sulit untuk diamati secara visual.

“Posisi hilal berada sangat dekat dengan ufuk barat dan cenderung redup, sehingga peluang untuk terlihat dengan mata telanjang maupun alat bantu sangat kecil,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa faktor cuaca juga turut memengaruhi visibilitas hilal, meskipun dalam kondisi cerah sekalipun, posisi hilal yang belum memenuhi kriteria tetap menyulitkan pengamatan.

Di sisi lain, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Syaefudin Latief, menyampaikan bahwa hasil rukyatul hilal di daerah akan segera dilaporkan ke Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat.

“Hasil pemantauan dari Bengkulu ini akan kami sampaikan ke pusat sebagai bagian dari data nasional dalam penetapan awal 1 Syawal 1447 Hijriah,” ujarnya.

Sidang isbat sendiri menjadi mekanisme resmi pemerintah dalam menentukan awal bulan hijriah, termasuk Idulfitri, dengan mempertimbangkan hasil rukyatul hilal dan data hisab (perhitungan astronomi).

Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap masyarakat dapat menjaga kerukunan dan persatuan, terutama dalam menyambut hari besar keagamaan. Perbedaan penetapan hari raya diharapkan tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi bagian dari keberagaman yang harus dihormati.

Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk tetap menunggu pengumuman resmi pemerintah pusat terkait penetapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, sembari menjaga suasana kondusif dan penuh toleransi di tengah kehidupan bermasyarakat.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra