Skip to main content

HUT Damkar ke-107, Dedikasi Tanpa Batas untuk Warga Kota Bengkulu

HUT Damkar ke-107, Dedikasi Tanpa Batas untuk Warga Kota Bengkulu

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>  Deru sirene mobil pemadam yang memecah kepadatan lalu lintas Kota Bengkulu kerap menjadi penanda bahwa sebuah peristiwa genting sedang terjadi. Di balik suara melengking yang membelah jalanan itu, ada keberanian yang tak pernah surut dari para personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bengkulu.

Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-107 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan pada 1 Maret 2026 bukan sekadar seremoni tahunan. Angka 107 tahun menjadi simbol perjalanan panjang pengabdian yang dimulai sejak 1 Maret 1919. Lebih dari satu abad, korps pemadam kebakaran di Indonesia berdiri sebagai garda terdepan dalam urusan penyelamatan jiwa dan harta benda masyarakat.

Di Kota Bengkulu, semangat itu hidup dalam semboyan yang telah mendarah daging di setiap personel: pantang kembali sebelum api berhasil dipadamkan. Prinsip tersebut bukan hanya rangkaian kata yang tertulis di dinding markas atau terpasang di badan armada. Ia menjadi komitmen moral yang diuji setiap kali kobaran api melahap rumah warga, ruko, maupun lahan.

Saat sebagian orang memilih menjauh demi keselamatan diri, para petugas justru melangkah mendekat. Dengan perlengkapan lengkap dan perhitungan matang, mereka menembus asap tebal dan panas menyengat demi memastikan tidak ada korban yang terjebak. Risiko cedera bahkan kehilangan nyawa menjadi konsekuensi yang selalu mengintai, namun tak menyurutkan langkah mereka.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bengkulu, Yuliansyah, menegaskan bahwa tugas personel Damkar jauh melampaui pemadaman api. Menurutnya, peringatan HUT ke-107 menjadi saat yang tepat untuk meneguhkan kembali nilai dasar pengabdian dan profesionalisme.

“Petugas Damkar harus memiliki mental baja, disiplin tinggi, serta loyalitas tanpa pamrih. Pekerjaan ini adalah tugas kemanusiaan dengan risiko besar. Namun ketika masyarakat selamat, di situlah kebanggaan terbesar kami,” ujar Yuliansyah, Minggu (1/3/2026).

HUT Damkar ke-107, Dedikasi Tanpa Batas untuk Warga Kota Bengkulu

Seiring perkembangan zaman, peran DPKP Kota Bengkulu kian kompleks. Jika dahulu identik dengan selang air dan mobil tangki, kini spektrum tugas mereka mencakup berbagai operasi penyelamatan non-kebakaran. Mulai dari mengevakuasi ular yang masuk ke rumah warga, membantu melepaskan cincin yang tersangkut di jari, hingga menyelamatkan warga yang terjebak banjir atau kecelakaan.

Dalam sejumlah kasus, kehadiran petugas Damkar bahkan menjadi solusi pertama saat masyarakat menghadapi situasi darurat yang tak terduga. Kecepatan respons menjadi kunci. Pos jaga yang siaga 24 jam memastikan setiap laporan segera ditindaklanjuti tanpa menunggu lama.

Yuliansyah juga mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam mendukung tugas-tugas di lapangan. Informasi yang cepat dan akurat dari warga sangat membantu proses penanganan, terutama dalam menentukan skala prioritas dan kebutuhan peralatan.

“Kolaborasi dengan masyarakat sangat penting. Laporan yang cepat membuat kami bisa bergerak lebih sigap dan meminimalkan risiko kerugian,” tambahnya.

Semangat “Yudha Brama Jaya” yang berarti kemenangan dalam perjuangan melawan api, terus menjadi roh dalam setiap operasi. Nilai tersebut tidak hanya dimaknai sebagai keberhasilan memadamkan kobaran, tetapi juga memastikan keselamatan semua pihak, termasuk personel yang bertugas.

Di balik seragam biru yang kerap basah oleh air dan kotor oleh jelaga, terdapat sosok-sosok manusia biasa dengan keluarga yang menunggu di rumah. Ada ayah yang meninggalkan anaknya saat malam hari, ada anak muda yang siap siaga di hari libur, hingga anggota senior yang tetap berdiri di barisan depan. Dedikasi itu sering kali luput dari sorotan ketika keadaan aman, namun menjadi tumpuan harapan ketika musibah datang.

Peringatan 107 tahun ini menjadi momentum refleksi, bukan hanya bagi internal Damkar, tetapi juga bagi masyarakat luas. Kesadaran akan pentingnya pencegahan kebakaran, kepatuhan terhadap standar keselamatan, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana perlu terus ditingkatkan bersama.

Lebih dari sekadar institusi, DPKP Kota Bengkulu adalah simbol keberanian dan solidaritas. Selama masih ada potensi bahaya yang mengancam warga, selama itu pula para petugas akan berdiri di garis terdepan.

Di usia yang telah melampaui satu abad, pengabdian itu tetap menyala. Sebab bagi mereka, keselamatan masyarakat bukan hanya tugas, melainkan panggilan jiwa yang tak pernah padam.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra