TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Program kepedulian sosial yang digagas oleh Mardiyono kembali menghadirkan harapan bagi masyarakat kurang mampu. Kali ini, jajaran Kepolisian Daerah Bengkulu meresmikan rumah layak huni ke-68 melalui program bedah rumah yang berlangsung di Kelurahan Pematang Gubernur, Kota Bengkulu, Jumat (6/3/2026).
Peresmian rumah tersebut dilaksanakan di Jalan Penantian RT 10 RW 05 dan dihadiri sejumlah pejabat penting daerah. Di antaranya Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, Ketua Real Estate Indonesia Provinsi Bengkulu (REI), serta sejumlah pejabat utama di lingkungan Polda Bengkulu seperti Irwasda, Karo SDM, Dirbinmas, Kabidhumas hingga Kapolresta Bengkulu.
Rumah yang diresmikan itu merupakan milik seorang warga bernama Pandi, yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Pandi merupakan penyandang disabilitas akibat kelumpuhan pada kedua kakinya. Ia harus menjalani kehidupan sehari-hari bersama dua orang anaknya setelah sang istri meninggal dunia.
Kondisi keluarga tersebut cukup memprihatinkan. Salah satu anak Pandi bahkan mengalami trauma psikologis yang cukup berat hingga terpaksa menghentikan pendidikan sejak duduk di bangku kelas III Sekolah Dasar. Keadaan ekonomi keluarga yang terbatas membuat mereka tinggal di rumah yang sebelumnya tidak layak huni.
Melihat kondisi tersebut, jajaran Polda Bengkulu melalui program sosial mereka akhirnya turun tangan membantu memperbaiki kehidupan keluarga tersebut dengan membangun rumah baru yang lebih layak dan aman untuk ditempati.
Program bedah rumah ini merupakan bagian dari inisiatif sosial bertajuk SRIDURI atau “Setiap Hari Dua Ribu”. Program ini digagas langsung oleh Kapolda Bengkulu dan didanai dari partisipasi para personel kepolisian yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya setiap hari.
Melalui gerakan sederhana tersebut, dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang hidup dalam kondisi ekonomi sulit dan tinggal di rumah tidak layak huni.
Dalam sambutannya, Kapolda Bengkulu menyampaikan bahwa program tersebut merupakan wujud nyata kepedulian anggota Polri terhadap masyarakat. Ia berharap rumah yang telah dibangun dapat memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga penerima bantuan.
Menurutnya, rumah bukan sekadar tempat berteduh, tetapi juga menjadi ruang yang mampu memberikan rasa aman, kenyamanan, serta semangat baru bagi penghuninya.
“Kami berharap rumah ini bisa menjadi tempat tinggal yang nyaman dan aman bagi keluarga Pak Pandi. Semoga kehadiran rumah ini juga dapat memberikan semangat baru bagi beliau dan anak-anaknya untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik,” ujar Mardiyono.
Suasana haru pun terlihat saat proses penyerahan rumah dilakukan. Pandi yang menerima bantuan tersebut tampak tidak mampu menahan rasa harunya. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolda Bengkulu dan seluruh pihak yang telah membantu keluarganya.
Ia mengaku tidak pernah menyangka akan mendapatkan bantuan sebesar itu, terlebih di tengah kondisi kehidupannya yang sulit.
“Terima kasih banyak kepada Pak Kapolda dan semua yang sudah membantu kami. Kami sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan. Semoga Bapak selalu diberi kesehatan dan kesuksesan,” ucap Pandi dengan suara bergetar.
Sebagai simbol peresmian, Kapolda Bengkulu menyerahkan kunci rumah secara langsung kepada Pandi. Prosesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sejumlah bantuan tambahan.
Wali Kota Bengkulu turut memberikan dukungan berupa perlengkapan rumah tangga seperti furniture untuk melengkapi hunian baru keluarga tersebut. Sementara itu, Ketua REI Provinsi Bengkulu menyerahkan sertifikat tanah sebagai bentuk kepastian kepemilikan tempat tinggal bagi keluarga Pandi.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pemotongan pita yang menandai secara resmi diresmikannya rumah ke-68 dalam program bedah rumah Polda Bengkulu.
Tidak hanya meresmikan rumah, Kapolda Bengkulu juga menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada sejumlah warga di sekitar lokasi yang membutuhkan. Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban ekonomi masyarakat.
Program bedah rumah yang dijalankan Polda Bengkulu sendiri terus berjalan secara berkelanjutan. Hingga saat ini, total rumah yang telah dibangun melalui program tersebut telah mencapai 69 unit.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 68 unit telah selesai dan diserahkan kepada penerima manfaat, sementara satu unit lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Program ini diharapkan mampu menjadi jembatan kepedulian antara kepolisian dan masyarakat. Selain membantu meningkatkan kualitas hidup warga kurang mampu, kegiatan tersebut juga mempererat hubungan sosial antara institusi Polri dan masyarakat.
Kegiatan peresmian kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara Kapolda Bengkulu, Wali Kota Bengkulu, para pejabat yang hadir, serta keluarga penerima bantuan. Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus bukti nyata sinergi berbagai pihak dalam menghadirkan kepedulian sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra