TEROPONGPUBLIK.CO.ID >>><<<< Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu menyelenggarakan upacara peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-80 Tahun 2025 di halaman kantor Kejati Bengkulu, Selasa (2/9/2025). Upacara berlangsung khidmat dengan dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Victor Antonius Saragih Sidabutar, S.H., M.H., yang bertindak sebagai inspektur upacara.
Kegiatan yang dimulai tepat pukul 07.30 WIB itu diikuti oleh seluruh pejabat struktural, jaksa, serta pegawai di lingkungan Kejati Bengkulu. Kehadiran para peserta dengan seragam lengkap dan sikap disiplin memperlihatkan penghormatan mendalam terhadap momentum bersejarah tersebut.
Dalam amanatnya, Kajati Bengkulu membacakan pesan dari Jaksa Agung Republik Indonesia. Pesan tersebut menekankan pentingnya memperkuat integritas dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas, serta menegaskan bahwa netralitas merupakan harga mati yang harus dijaga oleh setiap insan Adhyaksa.
“Jaksa bukan sekadar aparat penegak hukum, tetapi juga pengawal keadilan yang dituntut selalu berpegang pada nilai kejujuran, keberanian, dan tanggung jawab. Seluruh insan Adhyaksa harus terus bertransformasi, menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, serta memberikan pelayanan hukum yang transparan dan akuntabel demi kepentingan masyarakat,” demikian salah satu poin amanat Jaksa Agung yang dibacakan Kajati Bengkulu.
Sejarah dan Perjalanan Panjang Kejaksaan
Selain penyampaian amanat, dalam upacara tersebut juga diperdengarkan sejarah singkat Kejaksaan Republik Indonesia. Narasi sejarah itu mengingatkan kembali perjalanan panjang institusi Kejaksaan sejak berdirinya, termasuk peran penting dalam menjaga tegaknya hukum, melindungi kepentingan masyarakat, serta menjaga keutuhan bangsa di tengah dinamika zaman.
Peringatan Hari Lahir Kejaksaan ke-80 tahun ini menjadi refleksi penting atas kiprah panjang institusi yang tak hanya dikenal sebagai penegak hukum, tetapi juga mitra strategis dalam pembangunan nasional. Dengan tema besar “Transformasi Kejaksaan Menuju Indonesia Maju”, seluruh jajaran Kejaksaan diharapkan semakin adaptif, modern, serta responsif terhadap tantangan hukum di era digital.
Kehadiran Ikatan Adhyaksa Dharmakarini
Upacara peringatan juga dihadiri oleh Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Bengkulu, Ny. Merlianti Victor, beserta jajaran pengurus. IAD yang selama ini dikenal aktif dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan turut memberikan semangat dalam peringatan HUT Kejaksaan kali ini.
Kehadiran IAD menjadi bukti nyata bahwa peran Kejaksaan tidak hanya sebatas pada bidang hukum, tetapi juga menjangkau dimensi sosial dengan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kolaborasi antara Kejaksaan dan IAD diharapkan terus memperkuat pengabdian yang bersifat holistik, baik di ranah hukum maupun sosial.
Harapan Kajati Bengkulu
Di akhir upacara, Kajati Bengkulu Victor Antonius Saragih Sidabutar menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kejati Bengkulu yang telah menunjukkan kedisiplinan dan kebersamaan dalam memperingati momentum bersejarah ini. Ia menegaskan bahwa Hari Lahir Kejaksaan ke-80 harus dijadikan sebagai titik tolak untuk bekerja lebih baik lagi.
“Peringatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua agar terus bekerja dengan hati, menjunjung tinggi integritas, dan memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa serta negara. Mari bersama kita wujudkan Kejaksaan yang modern, profesional, dan dipercaya masyarakat,” ujar Victor.
Ia juga menambahkan bahwa semangat transformasi yang digaungkan dalam tema besar tahun ini harus benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata. Mulai dari peningkatan pelayanan hukum berbasis digital, penguatan pengawasan internal, hingga upaya pemberantasan korupsi yang konsisten dan tidak pandang bulu.
Momentum Refleksi
Peringatan Hari Lahir Kejaksaan RI ke-80 tidak hanya dimaknai sebagai perayaan usia institusi, melainkan juga sebagai momentum refleksi bagi seluruh aparat Kejaksaan. Dengan usia yang semakin matang, Kejaksaan dituntut untuk semakin profesional, transparan, serta berorientasi pada keadilan substantif.
Upacara yang berlangsung sederhana namun penuh makna ini meneguhkan kembali jati diri Kejaksaan sebagai garda terdepan dalam penegakan hukum di Indonesia. Di Bengkulu, komitmen tersebut diwujudkan melalui pelayanan hukum yang terus diperbaiki dan pendekatan humanis terhadap masyarakat.
Dengan semangat peringatan ke-80 tahun ini, diharapkan seluruh insan Adhyaksa semakin memahami bahwa tugas dan tanggung jawab yang diemban bukan hanya sekadar pekerjaan, tetapi sebuah pengabdian mulia demi terwujudnya Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra