TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, Victor Antonius Saragih Sidabutar, S.H., M.H., menerima kunjungan silaturahmi dari Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Adhyaksa, Hasbullah, S.H., M.H., di ruang kerja Kepala Kejati Bengkulu. Pertemuan ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menjadi momentum penting bagi kedua institusi untuk membangun kerja sama strategis di bidang hukum dan pendidikan.
Kunjungan ini tidak hanya sebagai ajang mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga sebagai langkah awal untuk menggagas berbagai kolaborasi nyata, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang hukum serta mendukung pembinaan generasi muda yang sadar akan pentingnya taat hukum.
Dalam pertemuan tersebut, Victor Antonius menyampaikan apresiasi atas inisiatif dari STIH Adhyaksa. Ia menegaskan pentingnya kemitraan antara lembaga pendidikan tinggi hukum dengan institusi penegak hukum seperti kejaksaan. Menurutnya, kerja sama ini dapat menjadi fondasi kuat dalam menciptakan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan supremasi hukum.
“Saya menyambut baik kunjungan ini. Kami melihat adanya peluang besar untuk membangun kerja sama di bidang pendidikan hukum, pelatihan, serta kegiatan lain yang mendorong terciptanya generasi muda yang cerdas hukum dan berintegritas,” ungkap Victor Antonius.
Sementara itu, Ketua STIH Adhyaksa, Hasbullah, menyampaikan bahwa kunjungannya ke Kejati Bengkulu merupakan bagian dari upaya kampus untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai instansi penegak hukum di Indonesia. Ia berharap kerja sama ini dapat menciptakan sinergi dalam penyelenggaraan kegiatan akademik, praktik kerja lapangan, hingga penelitian yang relevan dengan isu-isu hukum aktual.
“Kami percaya bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan aparat penegak hukum sangat penting untuk memperkuat pemahaman hukum secara komprehensif di kalangan mahasiswa. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara teori hukum yang diajarkan di kampus dengan praktik nyata di lapangan,” ujar Hasbullah.
Dalam diskusi hangat tersebut, kedua pihak juga membahas kemungkinan pelaksanaan seminar, kuliah umum, dan pelatihan bersama yang melibatkan mahasiswa serta jaksa sebagai narasumber. Kejati Bengkulu menyatakan kesiapan untuk mendukung program-program edukatif yang diselenggarakan oleh STIH Adhyaksa, baik dalam bentuk penyuluhan hukum kepada masyarakat maupun penguatan kapasitas mahasiswa dalam memahami sistem peradilan.
Lebih lanjut, Victor Antonius menekankan bahwa peran dunia akademik sangat vital dalam mencetak generasi penerus yang tidak hanya paham hukum, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap hubungan antara Kejati Bengkulu dan STIH Adhyaksa tidak berhenti pada kunjungan ini, melainkan berlanjut dalam bentuk kerja sama konkret yang berkelanjutan.
“Kami ingin melihat mahasiswa STIH Adhyaksa aktif dalam berbagai kegiatan yang mendorong literasi hukum di masyarakat. Dengan membekali mereka sejak dini dengan pengalaman langsung dan pemahaman praktis, kita dapat membentuk karakter yang kuat dan berkomitmen terhadap keadilan,” tambahnya.
Menutup pertemuan, kedua pimpinan menyatakan komitmen bersama untuk segera menindaklanjuti penjajakan kerja sama ini melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam waktu dekat. Harapannya, kesepakatan tersebut akan menjadi landasan bagi pelaksanaan berbagai program kolaboratif yang berdampak positif bagi pengembangan ilmu hukum dan penegakan hukum di wilayah Bengkulu.
Sinergi antara Kejaksaan Tinggi Bengkulu dan STIH Adhyaksa ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara institusi hukum dan akademisi yang dapat ditiru di daerah lain. Dengan memperkuat hubungan kelembagaan dan memperluas ruang dialog, langkah ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara hukum yang berkeadilan dan berintegritas.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra