Skip to main content

Kemenkeu Bengkulu Gelar Bazar UMKM, Dorong Pelaku Usaha Lokal Naik Kelas pada HORI ke-80

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu, Zaid Burhan Ibrahim, bersama jajaran Kementerian Keuangan meninjau kegiatan bazar UMKM dalam rangka memperingati Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) ke-80. Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan dan promosi produk UMKM lokal Bengkulu.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Peringatan Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) ke-80 di Provinsi Bengkulu tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan pengelolaan keuangan negara, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ajang memperkuat perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Bengkulu menggelar bazar UMKM dengan melibatkan sejumlah pelaku usaha lokal. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata dukungan jajaran Kementerian Keuangan terhadap pengembangan usaha masyarakat, sekaligus membuka kesempatan bagi produk lokal untuk semakin dikenal luas.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu, Zaid Burhan Ibrahim, mengatakan bahwa peringatan HORI ke-80 merupakan momentum untuk kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam mengelola keuangan negara agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Menurutnya, pengelolaan keuangan negara memiliki dua aspek penting yang harus berjalan beriringan. Pertama, mengoptimalkan penerimaan negara. Kedua, memastikan anggaran belanja negara digunakan secara efektif, efisien, serta memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

Namun, tanggung jawab Kementerian Keuangan tidak hanya berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran negara. Dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, juga menjadi bagian penting yang perlu terus diperkuat.

Zaid menjelaskan, UMKM mempunyai peluang besar untuk berkembang apabila mendapatkan ruang pemasaran, pendampingan, serta dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak.

Karena itu, bazar yang diselenggarakan dalam rangka HORI ke-80 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jaringan konsumen dan meningkatkan penjualan.

"Harapan kita, UMKM ini bisa naik kelas. Usaha yang sebelumnya masih kecil dapat berkembang menjadi menengah, kemudian tumbuh lebih besar lagi," demikian harapan Zaid.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan bazar melibatkan berbagai unit kerja di lingkungan Kementerian Keuangan Provinsi Bengkulu. Di antaranya jajaran Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, serta Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.

Masing-masing unit turut memberikan ruang bagi UMKM binaan maupun pelaku usaha yang selama ini mendapatkan pendampingan untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.

Dari jajaran Perbendaharaan sendiri, tercatat sekitar 11 UMKM telah mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku usaha agar mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat kapasitas bisnis.

Zaid menilai, keberhasilan UMKM tidak cukup hanya diukur dari kemampuan menghasilkan produk. Pelaku usaha juga perlu memperhatikan kualitas rasa, tampilan kemasan, daya tarik produk, hingga kemampuan memberikan pelayanan kepada konsumen.

Menurutnya, pengalaman konsumen ketika membeli dan menikmati suatu produk dapat menjadi sarana promosi yang efektif. Ketika masyarakat merasa puas, mereka berpotensi kembali membeli sekaligus merekomendasikannya kepada orang lain.

Pola promosi dari mulut ke mulut tersebut dinilai dapat membantu produk UMKM menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus selalu mengandalkan promosi berbiaya besar.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam mendukung pertumbuhan usaha lokal dengan membeli produk yang ditawarkan para peserta bazar.

Selain dukungan konsumen, peran media massa juga dinilai penting dalam memperkenalkan keberadaan UMKM kepada publik. Pemberitaan mengenai produk dan aktivitas pelaku usaha dapat membantu meningkatkan popularitas sekaligus memperluas peluang pemasaran.

Zaid berharap, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan media dapat terus terbangun sehingga UMKM Bengkulu memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang.

Apabila usaha masyarakat semakin maju, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pemilik usaha. Pertumbuhan tersebut juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan produktivitas, serta memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

Melalui peringatan HORI ke-80 ini, jajaran Kementerian Keuangan Provinsi Bengkulu ingin menunjukkan bahwa keberpihakan terhadap UMKM perlu diwujudkan melalui langkah konkret dan berkesinambungan.

Bazar UMKM pun diharapkan menjadi salah satu agenda yang terus memberikan manfaat, bukan sekadar kegiatan sesaat dalam perayaan hari besar Kementerian Keuangan.

Dengan semakin terbukanya akses promosi dan pasar, produk-produk lokal Bengkulu diharapkan mampu bersaing, memperluas jangkauan konsumen, serta mendorong pelaku usaha tumbuh menjadi lebih mandiri dan berdaya saing.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra