Skip to main content

Kemensos Tambah Kuota Sekolah Rakyat di Bengkulu karena Tingginya Antusiasme Warga

Kemensos Tambah Kuota Sekolah Rakyat di Bengkulu karena Tingginya Antusiasme Warga

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>>  Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) memberikan penambahan kuota bagi Program Sekolah Rakyat di Kota Bengkulu, menyusul tingginya antusiasme masyarakat untuk mengikuti program tersebut. Semula hanya direncanakan menerima 50 peserta, kini jumlahnya ditingkatkan menjadi 100 siswa.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, membenarkan hal ini. Ia menyampaikan bahwa keputusan penambahan kuota diambil langsung oleh Kemensos RI setelah melihat besarnya minat masyarakat Bengkulu. “Saat sosialisasi digelar, respons masyarakat sangat luar biasa. Tercatat sebanyak 169 orang mendaftar. Bahkan secara nasional, Kota Bengkulu menempati peringkat keenam dengan jumlah pendaftar terbanyak,” ujar Sahat, Selasa (11/6).

Menurutnya, lonjakan pendaftar ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat rentan yang membutuhkan akses pendidikan alternatif di luar sistem formal. Hal tersebut menjadi salah satu alasan kuat Kemensos menambah kuota peserta di Kota Bengkulu.

“Dengan penambahan ini, diharapkan lebih banyak warga yang bisa merasakan manfaat dari program Sekolah Rakyat,” lanjutnya.

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif Kemensos RI yang bertujuan untuk menyediakan pendidikan nonformal bagi keluarga kurang mampu, khususnya yang tergolong dalam kategori miskin dan sangat miskin. Peserta yang diterima telah melalui proses seleksi yang ketat berdasarkan kriteria sosial dan ekonomi.

Lebih lanjut, Sahat menjelaskan bahwa setiap siswa yang lolos program ini akan menerima bantuan dana sebesar Rp 2.400.000. Bantuan tersebut bisa digunakan untuk berbagai keperluan pendidikan seperti membeli seragam, alat tulis, buku pelajaran, dan perlengkapan belajar lainnya. Ia juga berharap bantuan ini dapat memberikan dampak ekonomi secara tidak langsung.

“Dana yang diterima peserta tidak hanya untuk pendidikan, tapi juga diharapkan bisa menggerakkan ekonomi lokal. Karena kebutuhan siswa akan dibelanjakan di sekitar tempat tinggal mereka, sehingga usaha kecil seperti toko alat tulis dan penjahit seragam bisa ikut merasakan manfaatnya,” ungkap Sahat.

Ia pun mengajak semua pihak, baik masyarakat maupun stakeholder lainnya, untuk bersama-sama mendukung kelangsungan program ini. Menurutnya, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif semua unsur masyarakat.

“Ini program yang sangat penting, bukan hanya soal pendidikan, tapi tentang memberikan harapan dan kesempatan baru bagi anak-anak dari keluarga yang kurang beruntung. Mari kita dukung bersama agar program ini berjalan optimal dan memberi dampak positif jangka panjang,” tutupnya.

Dengan adanya penambahan kuota ini, Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam memperluas akses pendidikan bagi warga miskin di Bengkulu, sekaligus menciptakan pemerataan kesempatan belajar demi masa depan generasi muda yang lebih baik.

Pewarta : Amg

Editing:AdiSaputra