TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan terus diperkuat Pemerintah Provinsi Bengkulu. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi pencegahan perundungan atau bullying serta kekerasan terhadap anak yang dilaksanakan di SMKN 2 Kabupaten Bengkulu Tengah.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Bengkulu tersebut menjadi bagian dari langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya perlindungan anak.
Melalui Bidang Pelembagaan Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak, DP3AP2KB menghadirkan sosialisasi dengan melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan, baik dari tingkat provinsi maupun kabupaten. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas pemahaman sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mencegah tindakan kekerasan terhadap anak.
Mengangkat tema “Mari Kita Bebaskan Bumi Merah Putih dari Tindakan Bullying dan Kekerasan terhadap Anak”, kegiatan ini menitikberatkan pada pentingnya membangun kesadaran pelajar agar mampu mengenali, menghindari, serta mencegah berbagai bentuk perundungan di lingkungan sekitarnya.
Dalam pelaksanaannya, para peserta diberikan pemahaman mengenai hak-hak anak, pentingnya menjaga keselamatan diri, serta bentuk-bentuk kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah, keluarga, maupun ruang digital.
Perundungan tidak hanya berbentuk tindakan fisik, seperti memukul, mendorong, atau menyakiti orang lain. Perilaku mengejek, menghina, mengucilkan, mengancam, hingga menyebarkan informasi yang mempermalukan seseorang melalui media sosial juga merupakan tindakan yang dapat berdampak buruk terhadap korban.
Karena itu, para pelajar diharapkan tidak menganggap tindakan mengejek atau merendahkan teman sebagai candaan biasa. Perilaku tersebut dapat menimbulkan tekanan psikologis, menurunkan rasa percaya diri, mengganggu konsentrasi belajar, bahkan memengaruhi perkembangan mental anak.
Dalam kesempatan tersebut, Gunawan Suryadi, S.Sos., M.AP., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang dinilai memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan perlindungan kepada generasi muda.
Menurutnya, kegiatan semacam ini perlu terus didorong karena sekolah merupakan salah satu lingkungan utama tempat anak tumbuh, belajar, membangun karakter, serta mengembangkan kemampuan sosial.
Pencegahan perundungan juga tidak dapat hanya dibebankan kepada pihak sekolah. Keterlibatan orang tua, tenaga pendidik, pemerintah, dan masyarakat sangat diperlukan agar anak memperoleh perlindungan secara menyeluruh.
Selain meningkatkan pengetahuan, sosialisasi tersebut diharapkan dapat mendorong keberanian siswa untuk menyampaikan laporan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan. Sikap diam terhadap perundungan berpotensi membuat pelaku semakin leluasa mengulangi perbuatannya.
Para siswa juga diingatkan agar menggunakan media sosial secara bijak. Perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat bagi dunia pendidikan, tetapi juga menghadirkan risiko perundungan siber apabila tidak digunakan dengan penuh tanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, DP3AP2KB Provinsi Bengkulu berharap para pelajar SMKN 2 Bengkulu Tengah dapat menjadi bagian dari gerakan menciptakan sekolah ramah anak. Setiap siswa diharapkan mampu menghormati perbedaan, menjaga pertemanan, serta membangun budaya saling menghargai.
Sekolah yang aman bukan hanya tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, melainkan juga ruang bagi setiap anak untuk mengembangkan potensi tanpa rasa takut, tekanan, maupun perlakuan diskriminatif.
Komitmen bersama dalam mencegah perundungan diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan sosialisasi selesai. Edukasi dan pengawasan perlu dilakukan secara berkelanjutan sehingga pesan perlindungan anak benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, langkah DP3AP2KB Provinsi Bengkulu melalui kegiatan edukasi di lingkungan sekolah diharapkan dapat memperkuat perlindungan anak sekaligus melahirkan generasi muda yang berkarakter, peduli, dan berani menolak segala bentuk kekerasan.
Mewujudkan Bengkulu bebas bullying membutuhkan kepedulian semua pihak. Sebab, setiap anak berhak tumbuh, belajar, dan meraih masa depan dalam lingkungan yang aman serta penuh penghormatan.(adv)
Pewarta : Rizon
Editing : Adi Saputra