Skip to main content

Ketua DPD Hanura Bengkulu: Hukum Bukan Alat Politik

Ketua DPD Hanura Bengkulu: Hukum Bukan Alat Politik.Selasa(3/9)(Amg - teropongpublik.co.id)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, menyampaikan tanggapan tegas terkait polemik hukum yang diangkat oleh Tim Hukum Helmi-Mian. Polemik tersebut berkaitan dengan beberapa putusan Mahkamah Konstitusi (MK), yakni Putusan No 2/PUU-XXI/2023, Putusan No 22/PPU/VII/2009, dan Putusan No 67/PPU-XVIII/2020.

Usin menekankan bahwa setiap permasalahan hukum harus diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku, bukan dijadikan alat politik untuk mencapai keuntungan tertentu. “Persoalan hukum harus diselesaikan di ranah hukum. Hukum tidak bisa dijadikan alat politik. Romer sudah menyatakan dia tidak akan memusingkan soal itu, karena semuanya sudah jelas,” ujar Usin.

Ia juga menegaskan bahwa putusan MK adalah keputusan yang harus dihormati dan dipatuhi oleh semua pihak. Namun, ia juga mengingatkan bahwa ada peraturan turunannya yang harus dipahami dan diikuti. "Putusan MK memang harus kita taati, tetapi ketaatan tersebut juga diatur oleh regulasi lain. Ada PKPU yang telah dibahas oleh DPR, Bawaslu, dan KPU, yang kemudian disepakati sebagai dasar pendaftaran. Romer maupun Mian telah mendaftar berdasarkan PKPU itu. Jadi, kita tidak bermaksud melawan MK. Jika ada yang mempertanyakan PKPU tersebut, silakan diuji secara hukum, bukan secara politik," tegas Usin.

Lebih lanjut, Usin mengimbau masyarakat Bengkulu untuk tidak terpengaruh oleh isu-isu hukum yang diangkat oleh pihak lawan politik. Ia yakin bahwa masyarakat Bengkulu sudah cukup cerdas untuk membedakan mana yang benar dan mana yang hanya sekadar gimik politik. "Masyarakat kita sudah punya pilihan dan penilaian sendiri. Saat ini, masyarakat Bengkulu bisa memilah dan memilih calon gubernur yang layak untuk didukung. Jadi, tidak perlu kita mempersoalkan hal-hal yang tidak substansial," tambah Usin.

Selain itu, Usin mengajak masyarakat untuk menghadapi Pilkada dengan penuh sukacita dan tidak terjebak dalam isu-isu yang hanya menambah ketegangan. Menurutnya, Pilkada seharusnya menjadi ajang pesta demokrasi yang menyenangkan, bukan menimbulkan perpecahan. "Saya sepakat dengan calon kandidat yang lain, hadapi Pilkada ini dengan riang gembira. Tidak perlu kita bersedih hati. Jika ada ketidakpuasan, silakan uji atau gugat melalui jalur hukum. Tapi jangan mempolitisasi hal ini seolah-olah menjadi hambatan dalam proses demokrasi," ungkapnya.

Usin juga berharap masyarakat Bengkulu tetap yakin dalam menentukan pilihan mereka. Ia mendorong masyarakat untuk terus mendukung pasangan Romer, yang dianggapnya memiliki visi dan misi yang jelas untuk melanjutkan pembangunan di Provinsi Bengkulu. "Jangan ragu untuk mendukung Romer. Kita butuh pemimpin yang berkomitmen untuk kemajuan Bengkulu, dan saya percaya pasangan Romer bisa mewujudkan itu," tutup Usin dengan optimisme.

Dengan pernyataan ini, Usin berharap agar Pilkada di Bengkulu dapat berjalan lancar dan penuh semangat, serta terhindar dari segala bentuk provokasi yang dapat mengganggu proses demokrasi.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra