TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Musyawarah Provinsi (Musprov) IX Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bengkulu menjadi momentum penting dalam memperkuat arah organisasi kemanusiaan di Bumi Rafflesia. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Bengkulu, Dr. Hj. Nelly Alesa, S.IP., SKM., M.Si.
Forum yang mempertemukan jajaran pengurus PMI se-Provinsi Bengkulu itu dipimpin langsung oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan. Kehadiran orang nomor satu di Bengkulu tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peran strategis PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang bergerak di bidang sosial, kebencanaan, dan pelayanan kesehatan masyarakat.
Selain gubernur, Musprov juga dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, serta unsur Forkopimda dan para pengurus PMI kabupaten/kota. Suasana forum berlangsung khidmat namun penuh semangat kebersamaan, mencerminkan tekad bersama untuk memperkuat solidaritas dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Nelly Alesa menyampaikan bahwa PMI memiliki peran vital sebagai mitra pemerintah dalam berbagai situasi, mulai dari penanganan bencana alam hingga aksi donor darah rutin. Menurutnya, kolaborasi yang terjalin antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dan PMI selama ini telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam kondisi darurat.
Ia menekankan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam memperluas jangkauan pelayanan kemanusiaan. Pemerintah daerah, kata dia, tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan organisasi sosial seperti PMI. Oleh karena itu, forum Musprov ini diharapkan mampu melahirkan program-program inovatif yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Helmi Hasan dalam arahannya menegaskan pentingnya menjaga semangat pengabdian di tubuh PMI. Ia menyebut bahwa organisasi tersebut bukan sekadar lembaga sosial, melainkan wadah pengabdian bagi siapa pun yang ingin berkontribusi untuk bangsa dan negara. Nilai kemanusiaan, menurutnya, harus selalu menjadi landasan dalam setiap langkah dan kebijakan.
“PMI adalah ruang untuk berbuat kebaikan. Di dalamnya ada semangat gotong royong, kepedulian, dan keikhlasan,” ujar gubernur.
Ia juga mengapresiasi dedikasi para relawan yang selama ini aktif membantu masyarakat tanpa pamrih, baik dalam kegiatan donor darah, pelayanan kesehatan, maupun penanganan bencana.
Musprov IX PMI Bengkulu sendiri menjadi ajang evaluasi program kerja sebelumnya sekaligus menyusun arah kebijakan organisasi ke depan. Berbagai agenda strategis dibahas, termasuk penguatan kapasitas relawan, peningkatan layanan donor darah, serta optimalisasi respons cepat saat terjadi bencana.
Kehadiran jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam forum tersebut menjadi simbol eratnya hubungan kelembagaan antara pemerintah dan PMI. Kolaborasi ini diharapkan semakin solid, terutama dalam menghadapi tantangan sosial yang kian kompleks.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen kemanusiaan, Musprov IX PMI Bengkulu diharapkan mampu menghasilkan kepengurusan yang visioner dan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah dan PMI pun diyakini akan terus menjadi pilar penting dalam membangun Bengkulu yang peduli, tangguh, dan berdaya saing.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra