TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kota Bengkulu bersiap melakukan perubahan besar dalam pengaturan lalu lintas di kawasan pusat perdagangan Pasar Minggu. Mulai pekan depan, arus kendaraan di Jalan KZ Abidin akan diberlakukan satu arah sebagai langkah penataan kawasan yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat akibat kemacetan dan kesemrawutan aktivitas jual beli di badan jalan.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menyeluruh pemerintah dalam menata wajah pusat kota agar lebih tertib, nyaman, dan ramah bagi pengunjung maupun pedagang. Kawasan tersebut selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu titik padat kendaraan, terutama pada jam sibuk. Kondisi semakin diperparah dengan keberadaan pedagang kaki lima yang berjualan hingga ke bahu jalan, sehingga mempersempit ruang gerak kendaraan.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menyampaikan bahwa penerapan sistem satu arah ini tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan program relokasi pedagang yang tengah berjalan. Pemerintah saat ini menuntaskan pembangunan fasilitas tambahan berupa awning di sisi Pasar Tradisional Modern (PTM) untuk menampung pedagang yang belum mendapatkan tempat di dalam gedung pasar.
“Dalam waktu dekat akan segera kita terapkan. Sekarang proses pembangunan tempat penampungan tambahan hampir selesai, sehingga pedagang tidak lagi berjualan di badan jalan,” ujar Dedy saat memberikan keterangan, Sabtu (13/2/26).
Menurutnya, penataan ini bertujuan menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertib dan tidak lagi menimbulkan kesan kumuh. Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan mampu memperbaiki kualitas infrastruktur jalan yang selama ini cepat rusak akibat genangan air dan aktivitas yang tidak teratur.
Berdasarkan rancangan yang disiapkan Dinas Perhubungan, kendaraan nantinya hanya dapat melintas satu arah di Jalan KZ Abidin. Pengendara yang hendak memasuki kawasan tersebut akan diarahkan melalui Jalan KZ Abidin 1 sebagai pintu masuk utama. Sementara itu, akses keluar dialihkan melalui jalur di samping Mega Mall.
Dari titik tersebut, pengendara dapat memilih melanjutkan perjalanan lurus menuju Jalan KZ Abidin 2—yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan eks Barata—atau masuk ke area Pasar Minggu Bertingkat dan keluar melalui Jalan Bangka Sentiong, tepatnya di sekitar Pos Pemadam Kebakaran.
Skema ini disusun untuk mengurai titik-titik pertemuan arus kendaraan yang selama ini sering menjadi sumber kemacetan. Dengan satu jalur yang jelas, potensi kendaraan saling berpapasan dan terhambat dapat diminimalisir.
Selama ini, Jalan KZ Abidin menjadi salah satu ruas paling padat di Kota Bengkulu. Selain volume kendaraan yang tinggi, aktivitas bongkar muat barang serta lapak pedagang yang meluber hingga ke badan jalan membuat arus lalu lintas kerap tersendat. Pada musim hujan, kondisi jalan bahkan sering becek dan berlubang akibat drainase yang tidak optimal serta genangan air yang tertahan oleh lapak-lapak darurat.
Melalui kebijakan baru ini, pemerintah memastikan tidak akan ada lagi aktivitas perdagangan di bahu jalan. Seluruh pedagang diarahkan menempati kios di dalam PTM maupun fasilitas awning yang telah disiapkan secara resmi. Penataan tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian tempat usaha bagi pedagang sekaligus menjamin keselamatan pengguna jalan.
Pemerintah juga menegaskan bahwa kebijakan ini bukan untuk membatasi ruang usaha masyarakat, melainkan menciptakan sistem yang lebih teratur dan berkelanjutan. Dengan lingkungan pasar yang lebih tertib, daya tarik kawasan perdagangan diyakini akan meningkat dan berdampak positif terhadap perekonomian lokal.
Selain penataan pedagang dan lalu lintas, pemerintah berencana melakukan pembenahan lanjutan pada infrastruktur pendukung seperti perbaikan drainase dan penataan parkir. Langkah ini penting agar perubahan sistem satu arah tidak hanya menjadi solusi sementara, melainkan bagian dari transformasi jangka panjang kawasan pusat kota.
Masyarakat dan para pengendara diimbau mulai mempelajari perubahan jalur tersebut agar tidak kebingungan saat kebijakan resmi diterapkan. Pemerintah berharap dukungan dan kerja sama semua pihak demi menciptakan Kota Bengkulu yang lebih tertib, aman, dan nyaman untuk semua.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra