Skip to main content

Maklumat Resmi MUI Kota Bengkulu: Jaga Kondusivitas Selama Ramadan

MUI Kota Bengkulu Ajak Umat Sambut Ramadan 1447 H dengan Penuh Syukur

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bengkulu mengeluarkan maklumat resmi dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Seruan tersebut ditujukan kepada seluruh umat Islam di Kota Bengkulu agar mempersiapkan diri secara lahir dan batin, sekaligus menjaga suasana kondusif selama bulan penuh berkah itu berlangsung.

Ketua Umum MUI Kota Bengkulu, H. Yul Kamrah, menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum istimewa yang setiap tahunnya selalu dinantikan umat Islam. Ia mengajak masyarakat menyambutnya dengan rasa syukur dan kegembiraan karena kembali diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk bertemu dengan bulan yang sarat ampunan dan rahmat.

“Ramadan bukan sekadar kewajiban menahan lapar dan dahaga, tetapi juga waktu terbaik untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat,” ujar H. Yul Kamrah saat ditemui usai rapat pleno Dewan Pimpinan MUI Kota Bengkulu.

Ia menjelaskan, maklumat yang dikeluarkan MUI berlandaskan pada Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183–185 yang mewajibkan puasa bagi orang beriman, serta hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Abu Hurairah tentang keutamaan Ramadan. Selain itu, keputusan tersebut juga merupakan hasil musyawarah dan pleno pengurus MUI Kota Bengkulu.

Terkait kemungkinan adanya perbedaan penetapan awal Ramadan 1447 H, H. Yul Kamrah mengimbau masyarakat agar menyikapinya dengan dewasa. Menurutnya, perbedaan dalam penentuan awal puasa merupakan hal yang kerap terjadi dan harus dihormati sebagai bagian dari khazanah keilmuan Islam.

“Jika ada perbedaan, mari kita saling menghargai. Jangan sampai perbedaan itu justru memecah persaudaraan. Yang terpenting adalah kekhusyukan dan kualitas ibadah kita selama Ramadan,” tegasnya.

MUI Kota Bengkulu juga mengajak umat Islam untuk memaksimalkan amalan selama Ramadan. Selain menjalankan ibadah puasa, masyarakat didorong memperbanyak qiyamul Ramadan, membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, serta menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Masjid dan musala diharapkan semakin dimakmurkan melalui kegiatan i’tikaf dan kajian keislaman.

Menurut H. Yul Kamrah, Ramadan adalah kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia berharap suasana religius dapat terasa kuat di setiap lingkungan, mulai dari keluarga hingga ruang-ruang publik.

Dalam maklumat tersebut, MUI juga menyoroti tradisi membangunkan sahur. Pengurus masjid diimbau melaksanakannya dengan lebih tertib, teratur, dan penuh makna. Selain itu, MUI mendorong dihidupkannya kembali sunah azan subuh dua kali, yakni azan pertama sekitar 60 menit sebelum waktu subuh sebagai penanda persiapan sahur, dan azan kedua sebagai tanda masuknya waktu salat subuh.

“Kita ingin syiar Islam hidup dengan cara yang santun dan teratur, sehingga masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan nyaman,” kata H. Yul Kamrah.

Di sisi lain, MUI Kota Bengkulu juga mengingatkan para pelaku usaha kuliner seperti rumah makan dan restoran agar tidak beroperasi secara terbuka pada siang hari selama Ramadan. Langkah ini dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Islam yang sedang berpuasa sekaligus menjaga kesucian bulan Ramadan.

Tak hanya itu, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan Islam, serta pengurus masjid dan musala diajak untuk menyemarakkan Ramadan melalui berbagai kegiatan positif. Pesantren Ramadan, ceramah agama, kajian keislaman, dan taushiyah diharapkan mampu memperkuat pemahaman dan praktik keagamaan masyarakat.

MUI juga menyerukan peran aktif masyarakat dan aparat terkait dalam menjaga ketertiban selama Ramadan. Pengawasan terhadap penyakit masyarakat seperti peredaran minuman keras, praktik prostitusi, hiburan yang tidak sesuai norma, hingga penggunaan petasan dan kembang api perlu ditingkatkan demi menjaga ketenangan bersama.

“Ramadan adalah bulan suci. Sudah sepatutnya kita jaga bersama suasana yang kondusif, aman, dan religius. Ini juga bagian dari komitmen mewujudkan Bengkulu sebagai kota religius,” pungkas H. Yul Kamrah.

Dengan maklumat tersebut, MUI Kota Bengkulu berharap Ramadan 1447 H menjadi momentum kebangkitan spiritual dan sosial bagi seluruh umat Islam di daerah ini, sekaligus mempererat persatuan dalam bingkai kebersamaan dan saling menghormati.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra