Skip to main content

Membangun Kesadaran Hukum dari Desa: Jaksa Agung Muda Intelijen Ungkap Program "Jaga Desa"

Membangun Kesadaran Hukum dari Desa: Jaksa Agung Muda Intelijen Ungkap Program "Jaga Desa"

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Dalam upaya membangun Indonesia dari pedesaan, Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intelijen) Dr. Reda Manthovani menyampaikan implementasi program "Jaga Desa" (Jaksa Garda Desa). Program ini, yang telah hampir 80% dilaksanakan di lebih dari 80.000 desa Indonesia, bertujuan tidak hanya pada pembangunan fisik infrastruktur desa tetapi juga pada pembangunan non-fisik yang mengawal keberlanjutan pembangunan.

Menurut JAM-Intelijen Dr. Reda Manthovani, "Wujud pembangunan desa itu bukan saja dalam bentuk fisik, tetapi juga perlu pembangunan non-fisik yang bisa mengawal keberlanjutan dari pembangunan sarana prasarana tadi." Implementasi program "Jaga Desa" mencakup penyadaran hukum masyarakat desa melalui program Luhkum (Penyuluhan Hukum), pendampingan Dana Desa dengan program Kawal Desa, dan pembuatan tempat/sarana penyelesaian konflik/sengketa di desa melalui program Rumah Restoratif.

Dr. Reda Manthovani menegaskan, "Tujuan yang diharapkan adalah menyadarkan hukum masyarakat, mengawal pembangunan yang berkelanjutan, serta menimalisir sengketa yang berujung ke Pengadilan." Program "Jaga Desa" dijalankan di bidang Intelijen Kejaksaan sebagai leading sector, dengan fokus menghindari kepala desa atau perangkat desa masuk penjara karena ketidaktahuannya serta mencegah konflik di masyarakat.

Menyikapi Pemilu 2024, Dr. Reda Manthovani menekankan komitmen untuk mengawal netralitas aparatur desa agar tidak terlibat dalam kepentingan politik tertentu. Dengan pemilih di desa mencapai hampir 60%, Jaksa Agung Muda Intelijen berjanji untuk memastikan netralitas aparatur kejaksaan dan mencegah intervensi politik. "Kita akan awasi netralitas Aparatur Kejaksaan," ungkapnya.

Sebagai penutup, Dr. Reda Manthovani mengajak masyarakat dan media untuk mengawasi dan mengkritisi pelaksanaan Pemilu 2024. Ia berharap agar suksesnya pemilihan tersebut tidak disertai curiga, hoaks, atau isu tidak bertanggung jawab, dan menegaskan komitmen Kejaksaan untuk menjaga integritas dan netralitas dalam mendukung demokrasi di Indonesia.

Pewarta: Herdianson

Editing: Adi Saputra