TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Asosiasi Muslimah Pengusaha Seluruh Indonesia (Alisa) Khadijah-ICMI terus memperkuat perannya dalam mendorong lahirnya muslimah yang mandiri, produktif, dan berdaya saing. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Alisa Khadijah-ICMI yang berlangsung di Kota Bandung, Jawa Barat, pada 28 hingga 30 Juli 2026.
Agenda nasional yang diikuti pengurus dari berbagai provinsi di Indonesia itu menjadi forum strategis untuk menyusun arah kebijakan organisasi sekaligus memperkuat sinergi dalam membangun ekonomi umat melalui pemberdayaan perempuan muslim.
Salah satu agenda penting dalam Rakernas tersebut adalah pelantikan kepengurusan wilayah dari sejumlah provinsi, termasuk Provinsi Bengkulu. Pengurus Wilayah Alisa Khadijah-ICMI Bengkulu secara resmi dikukuhkan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) untuk menjalankan roda organisasi dan mengembangkan berbagai program pemberdayaan di daerah.
Ketua Wilayah Alisa Khadijah-ICMI Provinsi Bengkulu, Sefty Yuslinah, S.Sos., M.AP., menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepada dirinya bersama jajaran pengurus. Menurutnya, pelantikan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun organisasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi muslimah, khususnya para pelaku usaha di Provinsi Bengkulu.
"Alhamdulillah kami dari Bengkulu mengikuti Rakernas III Alisa Khadijah-ICMI selama tiga hari di Bandung. Pada kesempatan tersebut kami juga resmi dilantik oleh DPP sebagai Pengurus Wilayah Alisa Khadijah-ICMI Provinsi Bengkulu," ujar Sefty.
Ia menjelaskan, kepengurusan yang baru akan segera menyusun struktur organisasi secara lengkap sesuai bidang masing-masing agar program kerja dapat berjalan secara efektif dan terarah.
Dalam susunan awal kepengurusan, Sefty dipercaya sebagai Ketua Wilayah, sedangkan jabatan Sekretaris diamanahkan kepada Bumeli. Setelah struktur organisasi terbentuk, pihaknya akan melaksanakan pelantikan resmi seluruh jajaran pengurus tingkat provinsi.
"Kami akan segera menyusun komposisi kepengurusan berdasarkan bidang-bidang yang telah ditetapkan. Setelah semuanya lengkap, Insya Allah akan dilakukan pelantikan pengurus Alisa Khadijah-ICMI Provinsi Bengkulu sehingga organisasi dapat langsung menjalankan program-programnya," jelasnya.
Rakernas III Alisa Khadijah-ICMI sendiri dibuka oleh Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan menghadirkan sejumlah tokoh nasional, akademisi, serta praktisi dari berbagai bidang keilmuan.
Berbagai materi strategis dibahas dalam forum tersebut sebagai bekal bagi pengurus wilayah dalam menjalankan organisasi di daerah masing-masing. Pembahasan tidak hanya berfokus pada pengembangan organisasi, tetapi juga menyentuh isu-isu aktual yang menjadi tantangan bangsa.
Beberapa tema utama yang diangkat antara lain penguatan ekonomi umat, ketahanan pangan nasional, peningkatan kapasitas kewirausahaan perempuan, hingga transformasi digital melalui pemanfaatan teknologi informasi dan Artificial Intelligence (AI).
Salah satu narasumber yang memberikan materi adalah Prof. Riri, pakar teknologi informasi yang memaparkan perkembangan kecerdasan buatan (AI) beserta peluang penerapannya dalam dunia usaha maupun pengelolaan organisasi modern.
Menurut Sefty, materi yang disampaikan selama Rakernas membuka wawasan baru bagi seluruh peserta mengenai pentingnya kesiapan menghadapi era digital. Ia menilai penguasaan teknologi menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari oleh para pelaku usaha, termasuk muslimah entrepreneur.
"Ilmu yang kami peroleh sangat bermanfaat. Selain memperkuat jaringan organisasi, kami juga mendapatkan banyak pengetahuan tentang pengembangan usaha berbasis teknologi digital dan AI yang dapat diterapkan dalam mendukung kemajuan UMKM di Bengkulu," katanya.
Ia optimistis kehadiran Alisa Khadijah-ICMI di Bengkulu akan menjadi wadah yang mampu menghimpun perempuan muslim pelaku usaha untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jaringan bisnis, meningkatkan kompetensi, serta berkolaborasi dalam menciptakan peluang ekonomi baru.
Ke depan, Alisa Khadijah-ICMI Provinsi Bengkulu juga berkomitmen mendukung program pembangunan daerah melalui berbagai kegiatan pelatihan, pendampingan usaha, penguatan literasi digital, hingga pengembangan ekonomi berbasis syariah yang memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Melalui semangat kolaborasi yang dibangun dalam Rakernas III, kepengurusan baru optimistis mampu menghadirkan organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus menjadi motor penggerak pemberdayaan muslimah pengusaha dalam memperkuat perekonomian daerah dan ekonomi umat secara berkelanjutan.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra