Skip to main content

Optimalisasi Fungsi Perpustakaan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bengkulu Gelar Bimtek untuk TBM

Optimalisasi Fungsi Perpustakaan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bengkulu Gelar Bimtek untuk TBM

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>   Dalam upaya mendukung gerakan nasional Gemar Membaca dan meningkatkan layanan literasi di tingkat masyarakat, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bengkulu menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bertema Optimalisasi Fungsi Perpustakaan. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Adeeva, Selasa (17/6), dan diikuti oleh 43 peserta yang merupakan pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) se-Kota Bengkulu.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bengkulu, Mukhlis. Dalam sambutannya, Mukhlis menyampaikan pentingnya penguatan peran perpustakaan dalam membangun budaya literasi, terutama di tengah masyarakat akar rumput.

“Tujuan utama bimtek ini adalah untuk membekali para pengelola TBM agar mampu mengelola perpustakaan secara lebih efektif dan profesional. Kita ingin mewujudkan perpustakaan sebagai pusat kegiatan literasi, bukan hanya tempat menyimpan buku, tetapi juga sebagai tempat yang hidup dan aktif mendukung pembelajaran masyarakat sepanjang hayat,” kata Mukhlis.

Ia menambahkan, peran pengelola sangat menentukan kualitas layanan perpustakaan. Oleh karena itu, kapasitas sumber daya manusia di TBM perlu terus ditingkatkan melalui pelatihan teknis dan pembinaan berkelanjutan.

“Gerakan Gemar Membaca bukan sekadar slogan. Ia harus diwujudkan dalam aktivitas nyata, dan TBM menjadi ujung tombaknya. Maka dari itu, pengelolaan yang baik, koleksi yang relevan, serta program-program literasi yang inovatif perlu dikembangkan di TBM,” lanjut Mukhlis.

Bimtek ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam kepada para peserta terkait standar nasional pengelolaan perpustakaan, termasuk aspek tata kelola, pelayanan, digitalisasi, hingga promosi kegiatan literasi. Selain itu, peserta juga dibekali strategi dalam menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dalam sesi diskusi, beberapa peserta juga menyampaikan berbagai kendala yang mereka hadapi di lapangan, seperti keterbatasan sarana prasarana, minimnya koleksi buku yang mutakhir, hingga rendahnya minat baca di kalangan anak-anak dan remaja. Menanggapi hal tersebut, pihak Disarpus menyatakan komitmennya untuk terus memberikan dukungan, baik dalam bentuk pendampingan teknis maupun fasilitasi bantuan koleksi bahan bacaan.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari peserta, yang merasa mendapatkan banyak wawasan baru serta motivasi untuk meningkatkan kualitas TBM di wilayah masing-masing. Salah satu peserta, Suryani, pengelola TBM di Kelurahan Anggut, menyebut bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat.

“Materinya aplikatif dan membuka wawasan kami. Harapannya kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara berkala agar kami terus berkembang,” ujar Suryani.

Dengan diselenggarakannya bimtek ini, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bengkulu berharap TBM mampu bertransformasi menjadi pusat literasi yang mampu menjawab kebutuhan informasi masyarakat serta mendorong peningkatan indeks literasi di Kota Bengkulu secara menyeluruh.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra