TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus memperkuat upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu langkah strategis yang kini mulai diterapkan adalah penggunaan sistem Tapping Box, sebuah perangkat digital yang terintegrasi langsung dengan server pemerintah daerah untuk memantau transaksi usaha secara real-time.
Program tersebut disosialisasikan kepada para pelaku usaha perhotelan, restoran, dan tempat hiburan dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Rumah Dinas Bupati Bengkulu Selatan. Sosialisasi turut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Selatan, jajaran Bank Bengkulu, Kejaksaan Negeri, Polres Bengkulu Selatan, organisasi perangkat daerah terkait, serta para pengusaha yang menjadi wajib pajak daerah.
Saat diwawancarai wartawan media online teropongpublik.co.id.Icang ho.
Kepala Bapenda Kabupaten Bengkulu Selatan, Dr. E. Edwin Permana, S.T., M.T., M.M., mengatakan, bahwa penerapan Tapping Box merupakan bagian dari transformasi digital dalam pengelolaan pajak daerah. Teknologi tersebut menggunakan sistem aplikasi kasir berbasis cloud yang dipasang di lokasi usaha dan terhubung langsung dengan pusat data pemerintah daerah.
Menurut Edwin, sistem tersebut memungkinkan seluruh transaksi penjualan yang menjadi objek pajak daerah tercatat secara otomatis sehingga pemerintah dapat melakukan pemantauan secara real-time. Dengan demikian, proses pelaporan pajak menjadi lebih transparan, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Melalui Tapping Box, pemerintah daerah dapat memonitor transaksi usaha secara langsung. Sistem ini dirancang untuk menciptakan transparansi sekaligus meningkatkan akurasi dalam pembayaran pajak daerah," ujar Edwin kepada awak media usai kegiatan.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran teknologi tersebut bukan untuk membebani pelaku usaha maupun masyarakat sebagai konsumen. Sebaliknya, sistem ini menjadi instrumen yang memberikan kepastian dalam penghitungan pajak sehingga seluruh pihak memperoleh manfaat yang sama.
Edwin menegaskan bahwa pajak yang dipungut tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku. Tapping Box hanya berfungsi sebagai alat pencatat transaksi sehingga tidak menambah besaran pajak maupun biaya lain kepada wajib pajak.
"Alat ini tidak merugikan pelaku usaha maupun konsumen. Justru dengan sistem yang transparan, pembayaran pajak menjadi lebih tertib sehingga potensi kebocoran penerimaan daerah dapat diminimalkan," jelasnya.
Lebih lanjut, ia optimistis penerapan sistem digital tersebut akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan PAD Kabupaten Bengkulu Selatan. Semakin optimal penerimaan daerah, kata Edwin, semakin besar pula kemampuan pemerintah dalam membiayai pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, hasil dari pajak daerah akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, hingga berbagai program kesejahteraan lainnya.
"Tujuan kita bersama adalah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Ketika PAD meningkat, maka ruang fiskal pemerintah juga semakin besar untuk menghadirkan pembangunan dan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat Bengkulu Selatan," katanya.
Dalam kesempatan itu, Edwin juga mengungkapkan bahwa implementasi Tapping Box mendapat dukungan penuh dari Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Selatan. Kehadiran langsung kedua pimpinan daerah dalam kegiatan sosialisasi menjadi bukti nyata komitmen pemerintah untuk mewujudkan tata kelola pendapatan daerah yang modern, transparan, dan akuntabel.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Bank Bengkulu, serta para pelaku usaha dinilai menjadi kunci keberhasilan implementasi program tersebut. Dengan sinergi yang baik, penerapan sistem digital diharapkan berjalan efektif tanpa mengganggu aktivitas usaha.
Sosialisasi ini juga menjadi sarana bagi para pengusaha untuk memahami mekanisme penggunaan Tapping Box, termasuk manfaat yang diperoleh dalam proses administrasi perpajakan. Pemerintah berharap para wajib pajak dapat mendukung penerapan sistem tersebut sebagai bagian dari upaya bersama membangun tata kelola keuangan daerah yang lebih baik.
Melalui digitalisasi pengelolaan pajak daerah, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan optimistis penerimaan PAD akan terus meningkat secara berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari reformasi birokrasi dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih profesional, transparan, dan berbasis teknologi.