Skip to main content

Panen Perdana 4.000 Lele, Balai Benih Ikan Kota Bengkulu Bangkit

Panen Perdana 4.000 Lele, Balai Benih Ikan Kota Bengkulu Bangkit

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>> Upaya menghidupkan kembali fungsi kolam budidaya di lingkungan UPTD Balai Benih Ikan Dinas Perikanan Kota Bengkulu mulai menunjukkan hasil nyata. Hal ini ditandai dengan panen perdana ikan lele yang digelar pada Kamis (13/2/2026), dan dihadiri langsung oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kota Bengkulu, Tony Elfian.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi Dinas Perikanan Kota Bengkulu dalam menata ulang pengelolaan balai benih ikan yang sebelumnya kurang optimal. Kolam-kolam budidaya yang sempat tidak terurus kini kembali dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung produksi perikanan air tawar, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun penyediaan benih bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Tony Elfian menyampaikan apresiasi atas langkah konkret yang dilakukan jajaran Dinas Perikanan. Menurutnya, keberhasilan panen perdana ini membuktikan bahwa sektor perikanan air tawar memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di Kota Bengkulu.

“Panen hari ini menjadi bukti bahwa jika dikelola dengan serius dan konsisten, budidaya ikan air tawar mampu memberikan hasil yang positif dan berkelanjutan,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Ia menegaskan, keberadaan Balai Benih Ikan memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai tempat produksi, tetapi juga sebagai pusat pembinaan dan edukasi bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha budidaya ikan. Dengan pengelolaan yang lebih baik, balai ini diharapkan dapat kembali menjadi rujukan utama dalam penyediaan benih unggul dan ikan konsumsi berkualitas di daerah.

Pada panen perdana tersebut, jumlah ikan lele yang berhasil diangkat dari kolam budidaya mencapai sekitar 4.000 ekor. Sementara itu, total populasi ikan lele yang saat ini dipelihara di berbagai kolam balai diperkirakan mencapai kurang lebih 50.000 ekor. Angka ini menunjukkan kapasitas produksi yang cukup besar dan berpotensi terus meningkat jika manajemen budidaya dilakukan secara berkesinambungan.

Tony menjelaskan, hasil panen ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga sebagai langkah awal dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap kualitas produksi balai benih ikan. Ia berharap, ke depan balai tersebut dapat menjadi pemasok utama benih ikan bagi para pembudidaya lokal.

“Ke depan, balai ini tidak hanya memproduksi ikan konsumsi, tetapi juga akan fokus pada penjualan bibit ikan yang dibutuhkan masyarakat. Dengan begitu, perputaran ekonomi di sektor perikanan bisa semakin berkembang,” tambahnya.

Selain meningkatkan produksi, pemerintah daerah juga mendorong adanya inovasi dalam sistem budidaya, termasuk pengelolaan pakan, kualitas air, serta manajemen panen agar hasil yang diperoleh lebih optimal. Penguatan sumber daya manusia di lingkungan balai juga menjadi perhatian, agar pengelolaan berjalan profesional dan berorientasi pada hasil.

Panen lele perdana ini sekaligus menjadi simbol kebangkitan kembali Balai Benih Ikan sebagai pusat produksi dan pengembangan perikanan air tawar di Kota Bengkulu. Dinas Perikanan berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan, baik dari sisi sarana prasarana maupun tata kelola.

Dengan potensi yang ada, sektor perikanan air tawar dinilai mampu menjadi salah satu penopang ketahanan pangan daerah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Pemerintah Kota Bengkulu pun optimistis, melalui revitalisasi balai benih ikan ini, kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian daerah akan semakin signifikan.

Kegiatan panen perdana tersebut ditutup dengan peninjauan langsung ke sejumlah kolam budidaya dan dialog singkat bersama para petugas balai. Harapannya, langkah awal ini menjadi pijakan kuat untuk pengembangan perikanan yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan di Kota Bengkulu.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra