TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>> Kota Bengkulu mencatat sejarah baru dalam birokrasi pemerintahan dengan pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap pertama, yang dilakukan lebih cepat dari batas waktu nasional yang ditetapkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yakni Oktober 2025. Pemerintah Kota Bengkulu melalui kepemimpinan Walikota Dedy Wahyudi berhasil melantik sebanyak 1.411 PPPK secara bertahap dalam tiga hari, mulai dari 16 hingga 18 Juni 2025.
Langkah cepat dan pasti ini mendapat perhatian publik, terutama para calon PPPK yang telah lama menantikan momen pengangkatan mereka menjadi bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Prosesi pelantikan pun berlangsung istimewa, tidak seperti biasanya. Sebuah upacara resmi dan sakral dihelat di Balaikota Merah Putih, tempat yang biasanya digunakan untuk menerima kunjungan kenegaraan.
Pelantikan yang dibagi dalam tiga sesi—satu sesi per hari—diikuti oleh masing-masing sekitar 470 hingga 500 peserta per sesi. Hal ini menjadi bukti bahwa Pemkot Bengkulu memberikan perhatian dan penghormatan luar biasa kepada para PPPK yang telah mengabdikan diri bertahun-tahun sebagai tenaga honorer. Bahkan, beberapa di antaranya sudah mengabdi hingga lebih dari tiga dekade.
Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan bahwa pelantikan PPPK bukan sekadar formalitas, tetapi momen yang harus dikenang dan dimuliakan. Ia ingin memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pegawai yang dilantik dengan menyambut mereka secara langsung, satu per satu. Seperti dalam prosesi wisuda, Dedy memberikan ucapan selamat kepada setiap orang yang baru dilantik.
“Saya ingin mengucapkan selamat kepada mereka satu persatu. Saya ingin menunjukkan bahwa mereka dihargai, dimuliakan, dan diberi tempat yang layak,” ujar Dedy dalam keterangan resminya, didampingi Pj Sekda Tony Elfian dan Kepala BKPSDM Achrawi.
Keputusan memperpanjang pelantikan dari dua hari menjadi tiga hari merupakan bentuk kesungguhan Pemerintah Kota Bengkulu untuk menjadikan momen ini lebih khidmat dan berkesan. Tim dari BKPSDM bersama OPD terkait pun bekerja ekstra mempersiapkan segala keperluan teknis pelantikan. Mulai dari pengaturan sesi, seragam, hingga dekorasi ruangan disiapkan dengan serius.
Suasana Balaikota Merah Putih pada 16 Juni 2025 terlihat berbeda dari biasanya. Arsitektur bergaya Timur Tengah dengan pilar-pilar besar menambah kesan megah. Paskibraka dan Bujang Gadis Kota Bengkulu menyambut peserta pelantikan, menambah kesan bahwa prosesi ini bukan seremoni biasa. Lagu Indonesia Raya dan Mars Korpri menggema di dalam ruangan, disusul ikrar PPPK yang dilafalkan serempak oleh seluruh peserta.
Salah satu momen paling menyentuh adalah ketika Walikota dan Wakil Walikota secara langsung menghampiri dan memberikan ucapan selamat kepada para PPPK. Tak sedikit yang menitikkan air mata haru. Budiman, salah satu peserta pelantikan, mengaku telah lama menggantung seragam Korpri-nya. “Sudah dari bulan lalu tegantung baju Korpri itu, bang,” ucapnya penuh semangat.
Dedy pun mengungkapkan rasa harunya saat mengetahui ada peserta yang telah mengabdi selama 34 tahun dan baru kini diangkat menjadi PPPK. Bahkan, ada pula yang hanya tinggal tujuh bulan lagi memasuki masa pensiun. “Saya ikut menangis. Ini bukti pengabdian panjang yang akhirnya mendapat pengakuan dari negara. Alhamdulillah,” ucapnya lirih.
Pelantikan ini bukan hanya menjadi momen pribadi bagi para PPPK, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi keluarga mereka. Banyak di antara keluarga yang turut hadir di Balaikota Merah Putih, menyaksikan anggota keluarga mereka dilantik dengan penuh kehormatan. Tidak sedikit yang membawa serta anak-anak mereka, menjadikan hari itu sebagai bagian dari sejarah keluarga.
Jika di daerah lain pelantikan PPPK dilakukan di lapangan usai apel atau bahkan di dalam ruangan tanpa seremoni, maka Kota Bengkulu menampilkan wajah berbeda: sakral, terhormat, dan penuh makna. Bahkan beberapa kepala daerah dari luar Provinsi Bengkulu mengapresiasi langkah ini sebagai contoh ideal bagaimana pemerintah daerah seharusnya menghargai para PPPK.
Dalam amanatnya, Dedy juga mengingatkan bahwa pelantikan hanyalah awal dari perjuangan sebagai ASN. Ia berpesan agar para PPPK dapat menunjukkan kinerja yang baik, loyal terhadap pimpinan, serta melayani masyarakat dengan sepenuh hati. “Tidak semua orang bisa mengenakan seragam Korpri yang hari ini bapak ibu kenakan. Maka bersyukurlah. Tunjukkan rasa syukur itu dengan bekerja dengan sungguh-sungguh,” tegas Dedy.
Pelantikan PPPK tahap 1 di Kota Bengkulu ini tidak hanya menjadi peristiwa administratif semata, tetapi menjadi simbol pengakuan terhadap pengabdian, ketekunan, dan kesetiaan para tenaga honorer. Ini juga menjadi bukti bahwa birokrasi bisa dirancang dengan penuh penghargaan terhadap manusianya, bukan sekadar berdasarkan aturan.
Dengan prosesi yang begitu sakral dan penuh haru, Kota Bengkulu berhasil menciptakan standar baru dalam pelantikan PPPK. Semoga semangat ini terus terjaga dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun birokrasi yang manusiawi dan berintegritas.
Selamat kepada para PPPK tahap 1 Kota Bengkulu! Selamat bertugas, bantu rakyat, dan junjung tinggi kehormatan sebagai abdi negara.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra