TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Pemerintah Desa Kampung Dalam, Kecamatan Lebong Utara, Kabupaten Lebong, terus menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Hal tersebut dibuktikan dengan digelarnya Rembug Stunting Tahun Anggaran 2025, yang berlangsung di Balai Desa Kampung Dalam pada Jumat (10/10/2025).
Kegiatan ini menjadi wadah penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan langkah dalam percepatan penurunan angka stunting. Acara dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor, di antaranya perwakilan Kecamatan Lebong Utara, Penyuluh Keluarga Berencana (KB), Petugas Gizi Puskesmas Lebong Utara Desi Mardiana, A.Md.Gz, perwakilan KUA Lebong Utara Pak Daswin dan Febriantika, TP-PKK Desa, kader posyandu, tokoh masyarakat, serta ibu hamil dan ibu yang memiliki balita.
Komitmen Pemerintah Desa
Dalam sambutannya, Kepala Desa Kampung Dalam, Irwan, menegaskan bahwa rembuk stunting menjadi bentuk keseriusan pemerintah desa untuk menurunkan angka stunting melalui berbagai program yang melibatkan masyarakat.
“Pemerintah desa akan terus bersinergi dengan kader kesehatan, penyuluh KB, dan masyarakat. Kami ingin memastikan anak-anak Desa Kampung Dalam tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan,” ujar Irwan.
Peran Perempuan dan Edukasi Keluarga
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari TP-PKK Desa Kampung Dalam. Ketua TP-PKK menegaskan bahwa peran perempuan, khususnya ibu, sangat penting dalam menjaga kesehatan keluarga dan mencegah stunting.
“Kami mendorong para ibu untuk aktif mengikuti kegiatan posyandu dan memperhatikan pola makan anak. Dari keluarga yang sehat, lahirlah generasi yang kuat dan berdaya saing,” ujarnya.
Sementara itu, Penyuluh KB Lebong Utara menyampaikan pentingnya kesiapan keluarga sejak masa pranikah.
“Stunting bukan hanya masalah gizi, tapi juga kesiapan pasangan dalam membangun keluarga. Melalui program KB, kita bantu masyarakat agar lebih siap secara fisik, mental, dan ekonomi,” jelasnya.
Edukasi Gizi dan Pola Makan Sehat
Dari sisi kesehatan, Petugas Gizi Puskesmas Lebong Utara, Desi Mardiana, A.Md.Gz, mengingatkan pentingnya edukasi gizi seimbang bagi masyarakat.
“Pencegahan stunting perlu dilakukan dengan memberikan edukasi tentang pola makan seimbang, pentingnya asupan protein dan sayur bagi anak, serta pemberian ASI eksklusif hingga usia enam bulan,” ungkap Desi.
Ia menambahkan bahwa peran ibu dan keluarga menjadi kunci dalam membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini agar anak tumbuh optimal dan terhindar dari gizi buruk.
Nilai Agama dalam Pembentukan Keluarga Sehat
Perwakilan KUA Lebong Utara, Pak Daswin, juga menyampaikan bahwa agama memiliki peran penting dalam membentuk keluarga yang sehat dan tangguh.
“Dalam ajaran agama, menjaga kesehatan jasmani dan rohani merupakan kewajiban. Keluarga yang sehat akan melahirkan generasi yang kuat dan berakhlak baik,” ujar Daswin.
Hasil dan Harapan
Dari hasil rembuk, disepakati beberapa langkah tindak lanjut seperti penguatan peran posyandu, peningkatan edukasi gizi bagi ibu hamil dan balita, serta optimalisasi penggunaan dana desa untuk program intervensi gizi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Kampung Dalam bertekad untuk mewujudkan “Lebong Bebas Stunting 2025” dengan semangat gotong royong dan kerja sama lintas sektor.
“Kami ingin menjadikan Desa Kampung Dalam sebagai desa percontohan dalam pencegahan stunting. Ini bukan sekadar program, tetapi gerakan bersama untuk masa depan generasi kita,” tutup Kades Irwan penuh harap.(Adv)
Pewarta: Harlis Sang Putra
Editing: Adi Saputra