Skip to main content

Pemkab Bengkulu Tengah Perkuat Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi Lewat Sinergi Lintas Sektor

Wakil Bupati Bengkulu Tengah Tarmizi, S.Sos., memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektor bersama Forkopimda dan OPD guna memperkuat ketahanan pangan serta mengendalikan inflasi daerah di Ruang Rapat Bupati, Senin (6/7/2026).

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>>   Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah terus mengintensifkan langkah dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui penguatan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi. Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bengkulu Tengah, Tarmizi, S.Sos., di Ruang Rapat Bupati, Senin (6/7/2026).

Pertemuan ini menjadi forum strategis bagi pemerintah daerah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah organisasi perangkat daerah untuk mengevaluasi kondisi terkini sekaligus menyusun langkah konkret dalam menjaga ketersediaan pangan dan mengantisipasi gejolak harga kebutuhan pokok.

Rakor dihadiri Dandim 0407/Kota Bengkulu Kolonel Inf. Condro Edi Wibowo, perwakilan Kejaksaan Negeri, perwakilan Polres, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, para kepala OPD, serta sejumlah pejabat terkait yang memiliki peran dalam mendukung pengendalian inflasi di daerah.

Dalam pembahasan, peserta rapat menyoroti pentingnya optimalisasi cadangan beras pemerintah sebagai salah satu instrumen menjaga ketahanan pangan. Selain itu, pemerintah juga membahas strategi memastikan distribusi bahan kebutuhan pokok tetap berjalan lancar sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh komoditas penting dengan harga yang terjangkau.

Rapat koordinasi tersebut merupakan agenda rutin Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah yang dilaksanakan setiap bulan pada pekan pertama. Forum ini berfungsi sebagai sarana evaluasi perkembangan harga kebutuhan pokok sekaligus menyusun langkah antisipasi apabila ditemukan potensi kenaikan harga yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat.

Wakil Bupati Bengkulu Tengah, Tarmizi, menegaskan bahwa pengendalian inflasi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan bagian dari program prioritas nasional yang membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, koordinasi yang kuat antarinstansi akan mempercepat pelaksanaan berbagai kebijakan sehingga dampaknya dapat langsung dirasakan masyarakat.

"Pengendalian inflasi merupakan tugas bersama. Oleh karena itu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bengkulu Tengah harus terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasar, ketersediaan stok, serta perkembangan harga bahan pokok. Sinergi seluruh pihak sangat dibutuhkan agar setiap potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi di Kabupaten Bengkulu Tengah," ujar Tarmizi.

Ia menjelaskan, pemantauan kondisi pasar harus dilakukan secara berkala agar pemerintah memiliki data yang akurat dalam mengambil kebijakan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendeteksi lebih awal apabila terjadi gangguan pasokan maupun kenaikan harga sejumlah komoditas strategis.

Selain menjaga stabilitas harga, pemerintah daerah juga berupaya memastikan cadangan pangan tetap aman sehingga mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk meningkatnya permintaan masyarakat pada periode tertentu maupun dampak cuaca terhadap produksi pertanian.

Tarmizi juga mengingatkan bahwa seluruh hasil pelaksanaan pengendalian inflasi di daerah menjadi bagian dari laporan rutin yang disampaikan kepada pemerintah pusat setiap bulan. Oleh sebab itu, setiap instansi diminta aktif menjalankan tugas sesuai kewenangannya agar target pengendalian inflasi dapat tercapai secara optimal.

Menurutnya, keberhasilan pengendalian inflasi tidak hanya diukur dari stabilnya harga kebutuhan pokok, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga daya beli masyarakat serta menciptakan kondisi ekonomi yang kondusif bagi pelaku usaha.

Melalui koordinasi yang berkesinambungan, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah optimistis berbagai tantangan dalam sektor pangan dapat diantisipasi sejak dini. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, aparat penegak hukum, serta seluruh perangkat daerah diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Pemerintah juga berharap berbagai langkah yang telah dirumuskan dalam rapat koordinasi tersebut dapat diimplementasikan secara konsisten di lapangan. Dengan demikian, ketersediaan bahan pangan tetap terjaga, distribusi berjalan lancar, harga kebutuhan pokok stabil, dan masyarakat Bengkulu Tengah dapat merasakan manfaat nyata dari kebijakan yang dilaksanakan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra