Skip to main content

Pemkab Bengkulu Tengah Teken MoU dengan BP2MI Terkait Peluang Kerja Migran

Pemkab Bengkulu Tengah Teken MoU dengan BP2MI Terkait Peluang Kerja Migran.Kamis(5/9)(Rizon - teropongpublik.co.id)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>> Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah, yang diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Nurul Iwan Setiawan, S.Sos., M.Si., ikut serta dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Acara yang berlangsung di Balai Raya Semarak Bengkulu pada Senin malam (2/9/2024) ini juga dihadiri oleh perwakilan dari berbagai kabupaten/kota serta Sekolah Tinggi Kesehatan se-Provinsi Bengkulu.

MoU ini mencakup kerja sama antara BP2MI dengan pemerintah daerah dan institusi pendidikan dalam rangka memberikan peluang kerja serta perlindungan kepada para pekerja migran Indonesia yang hendak bekerja di luar negeri. Penandatanganan ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi pekerja migran asal Bengkulu, khususnya dalam hal mendapatkan informasi serta perlindungan yang memadai selama mereka berada di luar negeri.

Dalam acara tersebut, Sekretaris Utama BP2MI, Rinardi, menyampaikan pemaparan mengenai berbagai peluang kerja di luar negeri bagi pekerja migran Indonesia. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara BP2MI dengan pemerintah daerah serta lembaga pendidikan, khususnya Sekolah Tinggi Kesehatan, dalam menyiapkan tenaga kerja yang berkualitas dan kompeten untuk bersaing di pasar global.

"Peluang kerja di luar negeri semakin terbuka lebar, namun tantangan yang dihadapi pekerja migran juga semakin kompleks. Oleh karena itu, kerja sama ini sangat penting untuk memastikan bahwa pekerja migran kita tidak hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi juga perlindungan hukum dan sosial yang maksimal selama mereka bekerja di negara lain," ungkap Rinardi.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pendidikan dan pelatihan yang memadai bagi calon pekerja migran, khususnya di sektor kesehatan. Dengan adanya dukungan dari institusi pendidikan seperti Sekolah Tinggi Kesehatan, diharapkan para calon pekerja migran dari Bengkulu dapat meningkatkan keterampilan dan kompetensi mereka sehingga lebih siap menghadapi persaingan kerja di luar negeri.

Gubernur Bengkulu, H. Rohidin Mersyah, yang juga turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi terhadap langkah BP2MI dalam memberikan perhatian lebih terhadap para pekerja migran dari Bengkulu. Menurutnya, kerja sama ini merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan lapangan kerja di luar negeri yang aman dan terjamin.

"Kami sangat mendukung upaya BP2MI dalam memberikan perlindungan serta membuka peluang kerja bagi warga Bengkulu yang ingin bekerja di luar negeri. Pemerintah daerah juga akan terus berupaya memberikan pendampingan dan informasi yang dibutuhkan agar para pekerja migran kita bisa bekerja dengan tenang dan terlindungi hak-haknya," ujar Rohidin.

Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bengkulu, para bupati dan wali kota se-Provinsi Bengkulu, serta pimpinan dari berbagai Sekolah Tinggi Kesehatan di wilayah tersebut. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan dalam mempersiapkan tenaga kerja yang kompetitif dan terlindungi di kancah internasional.

Diharapkan, melalui penandatanganan MoU ini, para pekerja migran asal Bengkulu dapat lebih terlindungi dan memiliki akses yang lebih baik terhadap informasi terkait pekerjaan dan perlindungan hukum di negara tujuan. Kerja sama ini juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara BP2MI dengan pemerintah daerah dalam memantau dan melindungi pekerja migran asal Indonesia di luar negeri.

Dengan berbagai inisiatif yang dilakukan, pemerintah berharap bahwa warga Bengkulu yang ingin bekerja di luar negeri dapat meraih kesuksesan sekaligus tetap terlindungi hak-haknya sebagai pekerja migran.

Pewarta : Rizon 

Editing : Adi Saputra