TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<>>> Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar Bimbingan Teknis Strategi Pengembangan Perpustakaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Bimtek SPP-TIK) Tahun 2025. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Tony Elfian, di Hotel Adeeva Pantai Panjang, Selasa (15/7/2025).
Dalam sambutannya, Tony Elfian menyampaikan bahwa Bimtek SPP-TIK ini merupakan salah satu langkah strategis Pemkot dalam mendorong transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Program ini menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan perpustakaan yang adaptif, modern, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Bimtek ini tidak hanya sekadar pelatihan teknis, tapi juga menjadi momentum penting dalam upaya membangun budaya literasi di tengah masyarakat. Perpustakaan kini bukan hanya tempat meminjam buku, melainkan pusat informasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Tony.
Ia menambahkan, melalui pelatihan ini para pengelola perpustakaan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terhadap konsep inklusi sosial dalam pengelolaan perpustakaan serta memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
“Dengan dukungan TIK, perpustakaan bisa menjadi ruang terbuka yang inklusif, ramah, dan bermanfaat bagi semua kalangan. Kami ingin pengelola perpustakaan tidak hanya bisa mengatur koleksi buku, tapi juga mampu menjadi fasilitator literasi digital dan pelatihan berbasis komunitas,” lanjutnya.
Bimtek ini dirancang untuk memberikan penguatan kapasitas kepada para peserta, khususnya dalam hal transformasi layanan perpustakaan. Materi pelatihan mencakup pengelolaan perpustakaan berbasis teknologi, pemanfaatan internet untuk layanan informasi, manajemen data perpustakaan, hingga strategi pelibatan masyarakat melalui program literasi yang inovatif.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk menyamakan persepsi dan membangun komitmen bersama dalam upaya menciptakan perpustakaan yang relevan dengan perkembangan zaman. Tony menegaskan pentingnya peran aktif pengelola perpustakaan dalam menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan lokal dan mampu meningkatkan minat baca masyarakat.
“Transformasi perpustakaan harus berjalan seiring dengan semangat kolaborasi dan inovasi. Pengelola harus kreatif dalam merancang program literasi, pelatihan keterampilan, serta kegiatan komunitas lainnya agar perpustakaan benar-benar menjadi pusat belajar sepanjang hayat,” tegasnya.
Selain peningkatan kapasitas teknis, Bimtek ini juga memberikan pemahaman tentang pentingnya evaluasi dan pemantauan program. Hal ini bertujuan agar setiap aktivitas yang dilakukan di perpustakaan memiliki dampak nyata terhadap peningkatan literasi dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kota Bengkulu berharap dapat menumbuhkan semangat baru di kalangan pengelola perpustakaan, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya dalam memajukan literasi di daerah.
Kegiatan Bimtek SPP-TIK 2025 ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai perpustakaan kelurahan dan sekolah di Kota Bengkulu. Mereka tampak antusias mengikuti rangkaian materi dan diskusi interaktif yang disiapkan oleh para fasilitator berpengalaman.
Dengan penyelenggaraan bimtek ini, Kota Bengkulu menegaskan komitmennya dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui jalur literasi dan penguatan peran perpustakaan sebagai agen perubahan sosial berbasis teknologi dan inklusi.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra