Skip to main content

Pemkot Bengkulu Gelar Rakor Forum Satu Data Indonesia: Perkuat Kolaborasi dan Kualitas Data Pembangunan

Pemkot Bengkulu Gelar Rakor Forum Satu Data Indonesia: Perkuat Kolaborasi dan Kualitas Data Pembangunan

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>>   Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Satu Data Indonesia (FSDI) di Ruang Hidayah III, Setda Kota Bengkulu, Kamis (16/10/2025). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan data pembangunan di seluruh perangkat daerah, memastikan ketersediaan data yang akurat dan berkualitas, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor antarinstansi pusat dan daerah.

Rakor secara resmi dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Bengkulu, Tony Elfian. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Bappeda sekaligus Koordinator Satu Data Indonesia Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bengkulu yang juga bertindak sebagai Pembina Data, Iin Inayati, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bengkulu selaku Walidata, Gita Tama. Turut hadir pula para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bengkulu sebagai produsen data sektoral.

Dalam sambutannya, Kepala Bappeda Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah, menegaskan bahwa pelaksanaan Forum Satu Data Indonesia ini menjadi wadah penting dalam menyamakan persepsi antarinstansi dan memperkuat komitmen bersama terhadap penyelenggaraan data sektoral. Menurutnya, data yang akurat dan terintegrasi merupakan kunci dalam merancang kebijakan pembangunan yang efektif dan tepat sasaran.

“Forum ini kita selenggarakan untuk mengumpulkan seluruh OPD agar memiliki persepsi yang sama dalam pelaksanaan program Satu Data Indonesia. Ke depan, kami akan melakukan pendampingan dan pembimbingan untuk memperkuat penyelenggaraan data sektoral di tingkat kota,” jelas Medy.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Bappeda bersama BPS telah melakukan pembimbingan statistik sektoral secara bertahap kepada beberapa OPD. Beberapa instansi seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) telah menjadi percontohan dalam proses pendampingan tersebut.

“Harapan kami, seluruh OPD dapat lebih aktif dalam mengumpulkan, menyajikan, dan mempublikasikan data sektoralnya secara berkala. Data yang tertata dengan baik akan sangat membantu pemerintah dalam melakukan perencanaan pembangunan dan mengambil keputusan berbasis bukti,” lanjut Medy.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Bengkulu, Iin Inayati, menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi dalam penerapan Satu Data Indonesia. Ia menilai keberhasilan program ini hanya dapat dicapai jika seluruh pihak terkait menjalankan perannya secara konsisten dan berkesinambungan.

“Kolaborasi antar-stakeholder perlu terus diperkuat. BPS sebagai pembina data, Bappeda sebagai koordinator, dan Diskominfo sebagai walidata harus berjalan seiring dan saling mendukung. Peran OPD sebagai produsen data juga sangat penting dalam memastikan data yang dihasilkan valid, terstandar, dan mudah diakses,” terang Iin.

Melalui Rakor FSDI ini, Pemerintah Kota Bengkulu berharap terciptanya sistem data yang terintegrasi, transparan, dan mudah diakses oleh publik. Data yang berkualitas tidak hanya menjadi dasar bagi penyusunan kebijakan pemerintah, tetapi juga dapat digunakan untuk meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas pembangunan di berbagai sektor.

Dengan penguatan koordinasi lintas OPD dan dukungan dari lembaga statistik, Pemkot Bengkulu menargetkan implementasi penuh Satu Data Indonesia dapat terwujud secara optimal. Forum ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk memperkuat komitmen bersama menuju tata kelola data yang terpadu, transparan, dan berkelanjutan demi mewujudkan pembangunan Kota Bengkulu yang lebih baik dan berbasis data.

Pewarta : Amg

Editing : Adi saputra