Skip to main content

Pemkot Bengkulu Ikuti Rakor Nasional Bahas Pengendalian Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Pemkot Bengkulu Ikuti Rakor Nasional Bahas Pengendalian Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>>Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan jajaran Pemkot Bengkulu dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar pemerintah pusat, Selasa (11/11), di ruang *Monitoring Center* Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bengkulu.

Rakor tersebut diikuti oleh Asisten II Setda Kota Bengkulu, Sehmi Alnur, Staf Ahli Wali Kota Dewi Dharma, serta Pelaksana Tugas Kepala Diskominfo, Achrawi, bersama sejumlah pejabat terkait lainnya. Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi pemerintah daerah untuk mendapatkan arahan dan evaluasi dari pemerintah pusat terkait kondisi ekonomi nasional dan kebijakan daerah yang perlu disinergikan.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah pusat menyoroti tiga isu utama, yakni pengendalian inflasi daerah, perkembangan pertumbuhan ekonomi triwulan III, serta evaluasi program nasional “3 Juta Rumah”. Ketiga topik ini dianggap saling berkaitan dan berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama di tingkat daerah.

Isu pertama yang menjadi perhatian adalah pengendalian inflasi daerah. Pemerintah pusat meminta pemerintah daerah, termasuk Kota Bengkulu, untuk terus melakukan pemantauan dan intervensi terhadap harga komoditas pangan pokok yang berpotensi memicu inflasi. Melalui koordinasi lintas sektor dan sinergi antarinstansi, diharapkan harga kebutuhan masyarakat tetap stabil menjelang akhir tahun, yang biasanya diwarnai peningkatan konsumsi.

Asisten II Sehmi Alnur dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa Pemkot Bengkulu akan memperkuat langkah-langkah pengendalian inflasi dengan melibatkan seluruh pihak terkait, mulai dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) hingga pelaku usaha. “Kita akan terus berkoordinasi dengan Bulog, distributor, dan dinas terkait agar pasokan bahan pangan tetap aman dan harga terkendali,” ujarnya.

Selain itu, Rakor juga membahas kinerja ekonomi nasional dan daerah pada triwulan III tahun 2025. Pemerintah pusat menekankan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang telah menunjukkan tren positif, meskipun tantangan global masih cukup besar. Untuk itu, pemerintah daerah diminta terus memperkuat investasi, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan belanja produktif agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Topik terakhir dalam Rakor adalah evaluasi terhadap program nasional “3 Juta Rumah” yang digagas pemerintah pusat untuk mengatasi kekurangan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pemerintah pusat menilai perlunya dukungan konkret dari pemerintah daerah, baik dalam penyediaan lahan, perizinan, maupun percepatan pembangunan rumah layak huni.

Staf Ahli Pemkot Bengkulu, Dewi Dharma, menegaskan bahwa Pemkot akan mendukung penuh upaya tersebut dengan memperkuat sinergi antara instansi teknis dan pengembang. “Ketersediaan hunian layak merupakan bagian dari kesejahteraan warga. Pemkot Bengkulu siap berperan aktif dalam mempercepat target nasional itu,” ujarnya.

Melalui Rakor ini, pemerintah pusat menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi yang erat antara pusat dan daerah. Diharapkan, sinergi kebijakan yang dibangun dapat menjaga stabilitas ekonomi, mengendalikan inflasi, serta mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk perumahan.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra