TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kota Bengkulu kembali menggeber penataan infrastruktur dasar di kawasan perdagangan. Kali ini, perhatian difokuskan pada sistem drainase di sekitar Pasar Panorama, tepatnya di Jalan Salak. Langkah ini dilakukan sebagai upaya konkret mengatasi persoalan genangan air yang kerap terjadi saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu, pemerintah melakukan normalisasi saluran air yang selama ini mengalami penyumbatan serius. Hasil pengecekan lapangan menunjukkan banyak bagian drainase yang tertutup permanen dan tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Penutupan itu terjadi karena sebagian saluran dimanfaatkan untuk memperluas area berdagang oleh sejumlah pedagang kaki lima.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada aliran air. Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, air tidak dapat mengalir lancar menuju saluran pembuangan akhir. Akibatnya, genangan cepat terbentuk dan mengganggu aktivitas jual beli di kawasan Pasar Panorama.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu, Noprisman, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pengerukan biasa. Pihaknya melakukan pembongkaran terhadap penutup saluran yang tidak sesuai ketentuan, sekaligus membersihkan tumpukan sampah dan endapan tanah yang sudah menebal.
“Selama ini air tertahan karena saluran tertutup aktivitas di atasnya. Setelah kita buka kembali, kita pastikan air hujan bisa tertampung dan mengalir normal,” ujar Noprisman saat memantau langsung pekerjaan di lokasi, Jumat (13/2/2026).
Menurutnya, sedimentasi yang terjadi di beberapa titik sudah cukup parah. Endapan tanah bercampur sampah plastik membuat kapasitas saluran menyusut drastis. Dalam kondisi demikian, sedikit saja hujan deras dapat memicu limpasan air ke badan jalan bahkan ke area lapak pedagang.
Normalisasi ini telah dimulai sejak awal Februari dan ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan. Pemerintah menyiapkan alat berat untuk mempercepat proses pengerukan dan pengangkutan material sisa. Selain itu, tim teknis juga melakukan perbaikan struktur saluran agar lebih kokoh dan tidak mudah kembali tertutup.
Selama proses pengerjaan berlangsung, masyarakat diminta lebih waspada saat melintas di Jalan Salak. Aktivitas alat berat, tumpukan material, serta pembongkaran di beberapa titik membuat arus lalu lintas sedikit terganggu. Pemerintah juga telah memasang rambu peringatan demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
Penataan drainase ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Pemkot Bengkulu dalam membenahi kawasan pasar tradisional. Pasar Panorama sebagai salah satu pusat perdagangan utama di kota ini memiliki mobilitas tinggi setiap harinya. Karena itu, persoalan banjir dan genangan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
Lebih jauh, pemerintah juga mengingatkan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga fungsi fasilitas umum. Drainase yang sudah dinormalisasi diharapkan tidak kembali disalahgunakan atau ditutup untuk kepentingan pribadi. Pengawasan akan dilakukan secara berkala guna memastikan saluran tetap terbuka dan bersih.
Upaya ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut kenyamanan dan keselamatan warga. Genangan air yang berulang tidak hanya merugikan pedagang dari sisi ekonomi, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan akibat lingkungan yang kotor dan lembap.
Dengan selesainya proyek pada Maret mendatang, kawasan Pasar Panorama ditargetkan tampil lebih tertata. Saluran air yang kembali berfungsi optimal diharapkan mampu mengurangi risiko banjir saat musim hujan. Pemerintah optimistis, pembenahan ini menjadi langkah awal menuju kawasan perdagangan tradisional yang lebih bersih, rapi, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli.
Normalisasi drainase di Jalan Salak pun menjadi bukti bahwa pembenahan kota tidak hanya dilakukan pada proyek besar, tetapi juga menyentuh persoalan mendasar yang berdampak langsung pada aktivitas harian masyarakat.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra