TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>>
Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, mudah, dan penuh empati melalui program unggulan “3 in 1 Duka Cita” yang dijalankan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Program ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap warga yang sedang berduka, dengan menghadirkan layanan administrasi kependudukan secara langsung dan tanpa biaya.Berdasarkan data dari Dinas Dukcapil Kota Bengkulu, sejak Januari hingga November 2025 tercatat sebanyak 1.870 akta kematian telah diterbitkan melalui program jemput bola ini. Program 3 in 1 duka cita merupakan inovasi yang pertama kali diluncurkan pada September 2018 di masa kepemimpinan Wali Kota Helmi Hasan dan Wakil Wali Kota Dedy Wahyudi. Kini, di bawah kepemimpinan Wali Kota Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny, program tersebut terus dikembangkan dengan menghadirkan versi baru, yaitu “4 in 1”, sebagai bentuk peningkatan layanan publik.
Kepala Dinas Dukcapil Kota Bengkulu, Widodo, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan di saat menghadapi musibah kematian. Masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor Dukcapil, karena petugas akan langsung turun ke lapangan untuk memproses dan menyerahkan dokumen.
“Melalui program 3 in 1 duka cita, kami membantu warga mendapatkan tiga dokumen penting sekaligus, yaitu akta kematian, kartu keluarga (KK) dengan status terbaru, dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan status baru. Warga tidak perlu repot mengurus ke kantor karena semuanya kami layani secara langsung,” jelas Widodo, Selasa (11/11).
Prosedur pengurusannya juga dibuat sederhana. Ketua RT cukup melaporkan adanya warga yang meninggal dunia kepada pihak kelurahan, kemudian laporan tersebut diteruskan ke Dinas Dukcapil untuk segera diproses. Setelah dokumen selesai diterbitkan, petugas bersama pihak kecamatan dan kelurahan akan menyerahkan langsung dokumen tersebut ke rumah duka.
Menariknya, penyerahan dokumen tidak dilakukan secara formal di kantor, melainkan dalam suasana penuh empati saat malam ketiga takziah yang diselenggarakan Pemkot Bengkulu. Dalam beberapa kesempatan, bahkan Wali Kota Bengkulu turut hadir secara langsung menyerahkan dokumen tersebut sebagai bentuk dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Penyerahan dokumen ini bukan sekadar administrasi, tetapi juga simbol empati pemerintah kepada warganya. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat merasakan kehadiran pemerintah, tidak hanya di saat bahagia, tetapi juga dalam keadaan berduka,” tambah Widodo.
Dengan adanya program ini, proses administrasi kependudukan menjadi lebih cepat, tepat, dan humanis. Program *3 in 1 duka cita* menjadi bukti nyata bahwa Pemkot Bengkulu berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang tidak hanya efisien, tetapi juga menyentuh hati masyarakat.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra