Skip to main content

Pemprov Bengkulu Gelar Takziah Malam Kedua, Doakan Ibunda Kabag Protokol Eka Hafiz Supriatna

Pemprov Bengkulu Gelar Takziah Malam Kedua, Doakan Ibunda Kabag Protokol Eka Hafiz Supriatna

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  – Pemerintah Provinsi Bengkulu kembali menggelar takziah malam kedua untuk mendoakan almarhumah Sri Suhaili Herawati binti Sunarca, ibunda dari Kepala Bagian Protokol Pemprov Bengkulu, Eka Hafiz Supriatna. Kegiatan doa bersama tersebut berlangsung khidmat di rumah duka yang berlokasi di kawasan Tanah Patah, Kota Bengkulu, Kamis malam (2/4/2026).

Kehadiran jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan moral dan kepedulian terhadap keluarga yang tengah berduka. Takziah juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendoakan almarhumah agar memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Dalam kegiatan tersebut, tampak hadir Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Khairil Anwar, serta Asisten III Bidang Administrasi Umum Nandar Munadi. Turut hadir pula sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kepala biro di lingkungan Pemprov Bengkulu, aparatur sipil negara, pengurus Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Provinsi Bengkulu, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta kerabat dan keluarga besar almarhumah.

Suasana takziah berlangsung penuh khidmat dengan rangkaian pembacaan doa, ayat suci Al-Qur’an, serta tausiah agama yang memberikan penguatan spiritual bagi keluarga yang ditinggalkan.

Mewakili keluarga besar, Eka Hafiz Supriatna menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian, dukungan, serta doa bagi almarhumah.

Ia mengungkapkan bahwa sejak almarhumah menjalani masa sakit hingga proses pemakaman dan pelaksanaan takziah, banyak pihak yang hadir memberikan bantuan serta dukungan moral bagi keluarga.

“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan doa dari Bapak dan Ibu semua. Dukungan yang diberikan sangat berarti bagi kami, baik saat almarhumah sakit hingga proses pemakaman dan takziah ini,” ujar Eka Hafiz.

Ia juga memohon doa agar almarhumah diberikan kelapangan di alam kubur, diampuni segala dosa-dosanya, serta diterima seluruh amal ibadahnya oleh Allah SWT. Selain itu, keluarga juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak apabila selama hidup almarhumah pernah memiliki kesalahan atau kekhilafan.

Sementara itu, Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Khairil Anwar dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan takziah bukan sekadar bentuk empati kepada keluarga yang berduka, tetapi juga merupakan bagian dari nilai kebersamaan serta wujud kehidupan masyarakat yang religius.

Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi tradisi yang sangat baik untuk terus dijaga karena mampu memperkuat rasa solidaritas, kepedulian sosial, dan ukhuwah di tengah masyarakat.

“Takziah ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada almarhumah, tetapi juga sebagai wujud kebersamaan dan kepedulian kita terhadap sesama. Kita juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,” kata Khairil Anwar.

Ia juga mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk terus mengirimkan doa bagi almarhumah agar memperoleh rahmat dan ampunan dari Allah SWT.

Dalam kesempatan tersebut, tausiah disampaikan oleh Ustaz Junaidi Hamzah yang memberikan nasihat keagamaan mengenai makna kehidupan dan kematian dalam perspektif Islam.

Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam diharapkan senantiasa mempersiapkan bekal kehidupan akhirat dengan memperbanyak amal kebaikan.

Ustaz Junaidi juga menekankan pentingnya menjaga rasa syukur dalam kehidupan, serta menjadikan Al-Qur’an dan sunah sebagai pedoman utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Kematian adalah ketetapan Allah SWT yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Yang dapat kita lakukan adalah mempersiapkan diri dengan amal saleh, memperbanyak doa, sedekah, serta membaca Al-Qur’an,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa doa dari keluarga, sahabat, dan orang-orang yang masih hidup menjadi salah satu amalan yang dapat memberikan manfaat bagi mereka yang telah meninggal dunia.

Melalui kegiatan takziah tersebut, diharapkan keluarga almarhumah mendapatkan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah, sekaligus mempererat kebersamaan antara pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat di Provinsi Bengkulu.

Pewarta: Amg

Editing: Adi Saputra