TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<>>> Pemerintah Provinsi Bengkulu terus bergerak cepat menindaklanjuti hasil kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia ke Bengkulu, terutama terkait dua isu strategis: pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai dan percepatan pembangunan di Pulau Enggano, wilayah terluar yang masuk dalam prioritas pembangunan nasional.
Langkah-langkah konkret dilakukan melalui koordinasi lintas sektor dan pemanfaatan instrumen pemerintahan yang responsif. Dalam rapat koordinasi secara daring melalui Zoom Meeting yang berlangsung Selasa (15/7/2025), Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menyampaikan bahwa salah satu masalah krusial, yaitu pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai, kini telah berhasil diatasi.
“Alhamdulillah, saat ini kondisi alur pelabuhan sudah kembali normal. Kapal-kapal telah bisa masuk dan keluar pelabuhan dengan lancar, serta bersandar seperti biasa. Ini merupakan kabar baik bagi dunia usaha dan aktivitas logistik di Provinsi Bengkulu,” ungkap Herwan.
Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil tindak lanjut dari instruksi Presiden yang disampaikan melalui Wakil Presiden saat kunjungan kerja ke Bengkulu beberapa waktu lalu. Pemerintah Provinsi Bengkulu segera membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk menangani pendangkalan alur pelabuhan yang selama ini menjadi penghambat utama arus barang dan logistik.
Satgas tersebut bekerja cepat dan efektif, berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait seperti Balai Wilayah Sungai, Pelindo, KSOP, hingga TNI AL untuk memastikan proses pengerukan berjalan lancar dan tepat sasaran. Proses normalisasi alur menjadi prioritas agar pelabuhan utama Bengkulu itu bisa kembali berfungsi maksimal dalam menunjang aktivitas perdagangan, distribusi logistik, dan konektivitas antardaerah.
Selain fokus pada sektor pelabuhan, Pemprov Bengkulu juga memberi perhatian serius terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Pulau Enggano. Pulau terluar yang secara administratif berada di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara ini selama bertahun-tahun menghadapi tantangan pembangunan akibat keterbatasan akses dan sarana prasarana.
Dalam paparannya, Herwan Antoni mengungkapkan bahwa berbagai bantuan logistik dan dukungan perlengkapan pendidikan telah mulai disalurkan ke Pulau Enggano sebagai bagian dari komitmen Pemprov Bengkulu dalam membangun wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).
“Kami telah mengirimkan bantuan logistik serta perlengkapan sekolah bagi anak-anak di Pulau Enggano. Bantuan ini bukan hanya simbol kepedulian, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan inklusif yang memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal,” tegas Herwan.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Pemprov Bengkulu sedang menjajaki kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait guna mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur dasar di Enggano. Termasuk di antaranya peningkatan layanan transportasi laut, pembangunan dermaga penyeberangan, penyediaan listrik berkelanjutan, dan fasilitas pendidikan serta kesehatan.
Langkah-langkah strategis ini diharapkan akan menciptakan efek domino positif bagi perekonomian dan kesejahteraan warga Enggano. Dengan adanya konektivitas yang lebih baik dan peningkatan akses pelayanan dasar, potensi sumber daya alam dan pariwisata Enggano juga bisa dikembangkan secara berkelanjutan.
Herwan menyebutkan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mendorong percepatan pembangunan kawasan-kawasan terpencil di Provinsi Bengkulu. Ia pun berharap komitmen yang telah dibangun bersama dalam kunjungan Wakil Presiden ke Bengkulu bisa terus ditindaklanjuti melalui kebijakan nyata dan dukungan anggaran yang memadai.
“Langkah-langkah yang kami lakukan adalah bagian dari arahan Bapak Gubernur untuk memastikan bahwa hasil kunjungan Wapres ke Bengkulu tidak berhenti sebagai seremoni, tapi benar-benar ditindaklanjuti dengan aksi nyata,” tuturnya.
Pemerintah Provinsi Bengkulu, lanjut Herwan, akan terus memantau dan mengevaluasi perkembangan di lapangan. Untuk jangka panjang, Pemprov juga berencana menyusun roadmap pembangunan wilayah pesisir dan kepulauan yang terintegrasi agar setiap wilayah memiliki arah dan target pembangunan yang jelas.
Dengan pemulihan alur Pelabuhan Pulau Baai dan perhatian intensif terhadap Pulau Enggano, Pemprov Bengkulu berharap dapat mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat posisi strategis Bengkulu sebagai pintu gerbang barat Sumatera.
“Kami optimistis, permasalahan alur Pelabuhan Pulau Baai dapat tertangani secara berkelanjutan dan pembangunan Pulau Enggano dapat berlangsung lebih cepat, merata, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” pungkas Herwan Antoni.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra