Skip to main content

Penanaman Jagung Kuartal II Bengkulu Dimulai, Targetkan Lebih dari 6 Hektare untuk Dukung Swasembada Pangan 2026

Pemkot Bengkulu bersama Polresta dan Pelindo memulai penanaman jagung kuartal II di Kandang Mas. Program ini menargetkan lebih dari 6 hektare lahan guna memperkuat ketahanan pangan 2026.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  >>><<<   Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pangan dan Pertanian resmi memulai program penanaman jagung kuartal II tahun 2026 sebagai langkah strategis mendukung swasembada pangan nasional. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (24/4/2026) di Kelurahan Kandang Mas, Kecamatan Kampung Melayu, dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk aparat kepolisian dan sektor swasta.

Program tersebut merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, Polresta Bengkulu, serta Pelindo, yang bersama-sama mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif. Sinergi ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kapolresta Bengkulu, Rahmad Hidayat, menjelaskan bahwa kegiatan penanaman jagung ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi menjadi bagian dari aksi nyata dalam mendukung program pemerintah pusat. Ia menyebutkan bahwa penanaman dilakukan secara bertahap di sejumlah titik lokasi dengan total target luas lahan mencapai lebih dari enam hektare.

“Pada tahap awal ini, penanaman dilakukan di lahan seluas sekitar 1,25 hektare. Selanjutnya, kegiatan akan dilanjutkan di lahan yang disiapkan oleh Pelindo,” ujar Rahmad di sela kegiatan.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kualitas bibit yang digunakan serta komitmen semua pihak yang terlibat. Dengan penggunaan bibit unggul dan pengelolaan yang tepat, diharapkan hasil panen nantinya mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap kebutuhan pangan masyarakat.

Selain itu, peran Pelindo dalam menyediakan lahan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberlanjutan program ini. Keterlibatan sektor swasta dinilai mampu mempercepat optimalisasi lahan tidur menjadi lahan produktif yang bernilai ekonomi.

Rahmad turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program tersebut. Ia berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan guna mencapai hasil yang maksimal.

“Kolaborasi ini menjadi kunci utama. Dengan sinergi yang solid dan dukungan semua pihak, kami optimistis hasil panen ke depan akan optimal dan mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan lokal,” tambahnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Bengkulu menegaskan bahwa program penanaman jagung kuartal II ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga stabilitas pangan di daerah. Tidak hanya berorientasi pada produksi, program ini juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar, khususnya petani dan pelaku usaha di sektor pertanian.

Dengan dimulainya penanaman ini, Kota Bengkulu menunjukkan komitmennya dalam mendukung agenda besar swasembada pangan tahun 2026. Pemanfaatan lahan secara maksimal, didukung oleh kolaborasi lintas sektor, diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Ke depan, pemerintah daerah bersama stakeholder terkait berencana terus memperluas area tanam serta meningkatkan produktivitas melalui penerapan teknologi pertanian yang lebih modern. Langkah ini diyakini mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sektor pertanian di Bengkulu.

Pewarta  : Amg

Editing : Adi Saputra