TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Penjabat (Pj) Walikota Bengkulu, Arif Gunadi, beserta unsur Forkopimda dan Plt Sekretaris Daerah, Medy Febriansyah, turut serta dalam acara Nonton Bareng (Nobar) yang diselenggarakan oleh Polresta Bengkulu, dalam rangka memperingati Hari Gerak Bhayangkari. Acara ini berlangsung di XXI Bencoolen Mall, dan dihadiri oleh banyak tokoh masyarakat serta rekan media.Minggu(22/10).
Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Aris Sulistyono, menjadi penggagas utama acara nobar ini. Ia mengundang para anggota Polri, rekan media, dan tokoh masyarakat di Kota Bengkulu untuk bergabung dalam kegiatan yang bertujuan memperkuat silaturahmi dan meraih pemahaman mendalam dari film "Aku Rindu."
Dalam penjelasannya, Aris menjelaskan bahwa film "Aku Rindu" menyoroti peran penting yang dimainkan oleh seorang Bhayangkari dan anggota Polri. Film ini memperlihatkan bahwa seorang Bhayangkari tidak hanya menjadi seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), tetapi juga dapat berkontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya. Selain itu, film ini menggambarkan keberhasilan Polri dalam menggagalkan kasus perdagangan manusia.
Aris berharap bahwa film ini dapat memberikan motivasi kepada anggota Polri untuk terus berinovasi dan menjadi elemen yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Film "Aku Rindu" sendiri merupakan sebuah karya yang memperlihatkan pesona daerah Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan mulai tayang di bioskop sejak tanggal 20 Oktober 2023. Dengan latar belakang kehidupan dan keindahan alam Larantuka, film ini diharapkan dapat menginspirasi banyak orang serta mengingatkan akan kekayaan alam yang masih belum banyak diketahui di Indonesia.
Sinopsis singkat film "Aku Rindu" mengungkapkan bahwa tujuan film ini adalah mengembalikan citra positif Polri dan Bhayangkari dengan memperlihatkan perjuangan anggota Polri dan peran perempuan yang mendukung mereka dalam tugas mereka.
Bersetting di NTT, "Aku Rindu" menghadirkan pemandangan alam yang luar biasa yang memukau mata penonton. Cerita berfokus pada Lailani (Verlita Evelyn), yang harus mengikuti suaminya, Banyu (Samuel Rizal), ke Larantuka, sebuah daerah terpencil di Provinsi NTT.
Cerita sederhana ini memperlihatkan perjuangan Lailani sebagai seorang guru yang berusaha mendidik anak-anak di daerah terpencil tersebut. Meskipun dihadapkan dengan berbagai rintangan, termasuk penolakan dari calon siswa dan orang tua siswa, Lailani tidak pernah menyerah. Dengan dukungan suaminya dan teman-temannya, ia berhasil membawa perubahan dalam sistem pendidikan di Larantuka.
Salah satu hal yang membuat "Aku Rindu" istimewa adalah pemeran-pemerannya, yang tidak hanya terdiri dari artis ternama, tetapi juga penduduk asli Larantuka. Para siswa yang diajar oleh Lailani, anggota polisi, dan petugas kesehatan dalam film ini semuanya berasal dari Larantuka. Hal ini memberikan kesan keaslian yang kuat dalam film ini.
Film "Aku Rindu" juga menghadirkan akting memukau dari Verlita Evelyn dalam perannya sebagai Lailani, seorang pendidik muda yang berdedikasi dan peduli terhadap anak didiknya. Cerita film ini juga berhasil mengemas plot twist dengan apik, memberikan jawaban atas teka-teki yang diperkenalkan sejak awal film.
Selain kisah yang inspiratif, "Aku Rindu" memperlihatkan keindahan Provinsi NTT melalui visual yang luar biasa. Film ini juga mengangkat aspek budaya dan adat istiadat daerah tersebut, menjadikannya pilihan yang sangat menarik untuk menambah wawasan mengenai Indonesia.
Dengan berakhirnya nobar ini, para hadirin meninggalkan XXI Bencoolen Mall dengan inspirasi baru dan penghargaan yang lebih mendalam terhadap peran Bhayangkari dan anggota Polri dalam masyarakat.
Pewarta : Gunawan
Editing : Adi Saputra