TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kabupaten Seluma terus berupaya menjaga stabilitas harga bahan pokok dengan menghadirkan inovasi distribusi minyak goreng bagi masyarakat. Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui peluncuran operasional Depo Pom Minyak Goreng Indonesia (Pomindo) di Desa Niur, Kecamatan Sukaraja, Kamis (23/4/2026).
Peresmian dilakukan langsung oleh Asisten Administrasi dan Umum Sekretariat Daerah Seluma, Marhakidinata, M.Pd., yang menandai dimulainya distribusi minyak goreng berbasis sistem modern di wilayah tersebut. Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Utama PT. Parama Artha Buwana, Yaya Sumantri, serta sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut Danramil dan Kapolsek Sukaraja, perwakilan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Prindagkop), Dinas Perizinan Kabupaten Seluma, serta Camat Sukaraja yang mendukung penuh inovasi distribusi kebutuhan pokok ini.
Pomindo di Desa Niur dijalankan melalui kolaborasi strategis dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat. Skema kerja sama ini dinilai mampu memperkuat peran desa dalam mengelola potensi ekonomi sekaligus memastikan distribusi minyak goreng dapat menjangkau masyarakat hingga ke tingkat bawah.
Dengan konsep yang menyerupai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), Pomindo menghadirkan sistem pelayanan yang praktis dan fleksibel. Warga dapat membeli minyak goreng sesuai kebutuhan, mulai dari nominal Rp2.000 hingga pembelian dalam satuan liter. Model ini memberikan kemudahan sekaligus efisiensi bagi masyarakat, terutama kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Marhakidinata menegaskan, pemerintah daerah memiliki komitmen kuat dalam menjamin ketersediaan bahan pokok, khususnya minyak goreng, yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat. Menurutnya, kehadiran Pomindo menjadi salah satu solusi konkret untuk menjaga kestabilan harga di pasaran.
“Kami memastikan distribusi minyak goreng tetap terjaga dan mudah diakses masyarakat. Pomindo ini bukan hanya soal ketersediaan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga harga tetap stabil dan terjangkau,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran BUMDes dalam mendukung keberlanjutan program tersebut. Menurutnya, keterlibatan BUMDes bukan hanya sebagai pengelola, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi desa yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Sementara itu, Direktur Utama PT. Parama Artha Buwana, Yaya Sumantri, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memperluas jaringan distribusi minyak goreng berbasis Pomindo dengan melibatkan potensi lokal di setiap daerah.
Ia menjelaskan, konsep Pomindo dirancang untuk menjawab tantangan distribusi bahan pokok yang selama ini belum merata, khususnya di wilayah pedesaan. Dengan menggandeng BUMDes, diharapkan sistem ini dapat berjalan berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.
Saat ini, operasional Pomindo di Provinsi Bengkulu telah hadir di tiga wilayah, yakni Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Kota Bengkulu. Ke depan, jaringan ini ditargetkan terus berkembang agar mampu menjangkau lebih banyak daerah.
Kehadiran Pomindo di Desa Niur diharapkan tidak hanya mempermudah akses masyarakat terhadap minyak goreng berkualitas dengan harga terjangkau, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.
Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah daerah, pihak swasta, dan lembaga desa dapat menghasilkan solusi nyata dalam menghadapi tantangan ekonomi masyarakat, terutama dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok.
Pewarta : Hasan
Editing : Adi Saputra