Skip to main content

Peringati Harganas ke-32, Sekda Bengkulu Tekankan Persiapan Generasi Emas Sejak Dini

Peringati Harganas ke-32, Sekda Bengkulu Tekankan Persiapan Generasi Emas Sejak Dini

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>   Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk menegaskan kembali komitmen dalam membangun generasi emas Indonesia. Dalam upacara yang digelar di halaman Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi Bengkulu, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, tampil sebagai Inspektur Upacara dan menyampaikan pesan strategis terkait pentingnya membentuk SDM unggul sejak dini.

Dalam sambutannya, Herwan Antoni menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak dapat ditunda dan harus dimulai dari tahap paling awal, yaitu sejak anak masih dalam kandungan. Menurutnya, pemenuhan gizi dan layanan kesehatan bagi ibu hamil adalah pondasi utama dalam mencegah stunting dan mewujudkan generasi sehat dan cerdas.

"Kita harus mempersiapkan anak-anak kita sejak dalam kandungan. Gizi ibu harus cukup, pemeriksaan kehamilan harus rutin, agar kita bisa mencegah stunting dan memastikan mereka tumbuh sehat dan cerdas," ujar Herwan.

Ia juga menekankan bahwa peran keluarga sangat sentral dalam membentuk karakter dan kecerdasan anak. Pendidikan yang baik, lanjut Herwan, tidak hanya bertumpu pada lembaga formal, melainkan dimulai dari rumah, dengan keluarga sebagai sekolah pertama bagi anak-anak.

“Keluarga adalah madrasah pertama. Di sinilah nilai-nilai moral, tanggung jawab, dan semangat belajar ditanamkan. Oleh karena itu, ketahanan keluarga adalah fondasi utama generasi emas 2045,” katanya.

Lebih lanjut, Herwan menyampaikan bahwa Pemprov Bengkulu terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan sebagai bagian dari strategi pembangunan SDM. Salah satu fokus utama adalah peningkatan kompetensi guru serta pengawasan terhadap praktik-praktik pungutan liar di lingkungan sekolah.

“Gubernur Bengkulu secara konsisten menaruh perhatian terhadap kualitas pendidikan. Guru-guru terus dilatih dan sekolah diawasi agar bebas dari pungutan liar. Ini penting agar pendidikan bisa diakses semua kalangan tanpa hambatan biaya,” jelasnya.

Meski demikian, Herwan mengakui masih banyak tantangan yang dihadapi, seperti tingginya angka putus sekolah di beberapa daerah. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan terus bekerja sama lintas sektor untuk mengatasi hambatan tersebut.

“Kita memang menghadapi tantangan, termasuk anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikan karena faktor ekonomi atau sosial. Ini tugas kita semua, baik pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha, untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pendidikan inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Herwan Antoni juga menyempatkan diri meninjau langsung ruangan dan fasilitas di Dinas P3AP2KB. Ia ingin memastikan bahwa sarana dan prasarana yang dimiliki dinas tersebut memadai untuk mendukung berbagai program pemberdayaan keluarga dan anak.

Peringatan Harganas ke-32 ini diharapkan tidak sekadar menjadi acara seremonial, tetapi menjadi momen refleksi dan komitmen bersama dalam memperkuat peran keluarga sebagai pilar utama pembangunan bangsa. Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan institusi pendidikan, diharapkan generasi emas Indonesia, khususnya dari Bengkulu, dapat terwujud pada tahun 2045 mendatang.

“Mari kita jadikan peringatan Harganas ini sebagai pengingat bahwa membangun bangsa dimulai dari rumah. Keluarga yang sehat, harmonis, dan peduli pendidikan adalah kunci utama terciptanya masa depan yang gemilang,” tutup Herwan Antoni.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra