TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, memimpin apel pagi yang dirangkaikan dengan penyambutan peserta *Ekspedisi Patriot* dari Kementerian Transmigrasi di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu, Rabu (27/8).
Kegiatan ini menjadi momen penting, karena Bengkulu kembali dipercaya sebagai salah satu daerah tujuan program nasional yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Sekitar 50 mahasiswa beserta dosen pembimbing hadir dalam kegiatan tersebut, siap untuk mengabdikan diri melalui penelitian dan pemetaan potensi wilayah transmigrasi.
Herwan Antoni dalam sambutannya mengapresiasi program ini dan menyampaikan optimisme bahwa keberadaan mahasiswa peserta Ekspedisi Patriot akan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Menurutnya, program tersebut bukan hanya sekadar penelitian, tetapi juga langkah strategis dalam mendukung pengembangan kawasan transmigrasi yang ada di Bengkulu.
“Program ini sangat baik dan tentu saja akan membawa manfaat besar, bukan hanya bagi mahasiswa sebagai bentuk pengalaman lapangan, tetapi juga bagi Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam memperoleh data dan rekomendasi yang bisa dijadikan dasar kebijakan,” ungkap Herwan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa hasil riset mahasiswa ini nantinya akan diserahkan kepada Kementerian Transmigrasi. Data yang diperoleh diharapkan mampu memberikan gambaran potensi ekonomi, sosial, hingga sumber daya alam di kawasan transmigrasi, sehingga dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan daerah.
Selain menyambut mahasiswa, Herwan juga tidak lupa menekankan pesan penting kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hadir dalam apel pagi. Ia menyoroti pentingnya integritas, kedisiplinan, serta akhlak yang baik dalam menjalankan tugas.
“Saya ingin para ASN memiliki integritas yang tinggi, jati diri yang kuat, tidak mudah terhasut, serta mampu membangun komunikasi yang baik di lingkungan kerja. Hal ini menjadi kunci dalam mewujudkan birokrasi yang profesional,” tegasnya.
Menurut Herwan, pembangunan daerah tidak hanya ditopang oleh program dan kebijakan pemerintah, tetapi juga sangat bergantung pada kualitas aparatur yang mengimplementasikannya. Oleh karena itu, ia mendorong agar seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu terus meningkatkan kompetensi dan menjaga etos kerja.
Sementara itu, para mahasiswa peserta Ekspedisi Patriot akan menjalankan tugasnya selama empat bulan di beberapa lokasi transmigrasi di Provinsi Bengkulu. Mereka akan berinteraksi langsung dengan masyarakat, melakukan riset lapangan, serta menyusun laporan yang dapat menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan pemerintah pusat maupun daerah.
Melalui program ini, Herwan berharap tumbuh kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan pemerintah dalam menggali potensi Bengkulu. Ia menekankan bahwa pengembangan wilayah transmigrasi tidak hanya sebatas pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus diarahkan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, kemandirian ekonomi, serta kelestarian lingkungan.
“Semoga kegiatan ini memberikan dampak positif bagi Bengkulu, sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk memahami dinamika pembangunan di lapangan,” tutupnya.
Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah daerah, kehadiran mahasiswa Ekspedisi Patriot diharapkan mampu memberikan warna baru dalam pembangunan Bengkulu, khususnya pada sektor transmigrasi yang selama ini menjadi salah satu penopang pertumbuhan wilayah.
Pewarta : AMG
Editing : Adi Saputra