TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Menjelang peringatan hari lahir Kota Bengkulu yang ke-307 pada 17 Maret 2026, Pemerintah Kota Bengkulu mulai melakukan berbagai persiapan guna menyemarakkan momentum bersejarah tersebut. Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah, mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar berperan aktif menciptakan suasana perayaan sejak awal Maret.
Ajakan tersebut bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan bentuk komitmen bersama dalam menghargai perjalanan panjang Kota Bengkulu yang telah berdiri lebih dari tiga abad. Menurut Medy, partisipasi seluruh OPD sangat penting untuk menghadirkan nuansa kebersamaan sekaligus membangkitkan rasa memiliki terhadap kota yang dicintai masyarakatnya.
Ia meminta agar setiap kantor OPD mulai memasang atribut peringatan seperti spanduk, baliho, umbul-umbul, maupun dekorasi tematik lainnya terhitung sejak 1 Maret 2026. Langkah ini diharapkan mampu membangun atmosfer perayaan yang terasa merata di seluruh sudut kota.
“Momentum hari jadi bukan hanya seremoni, tetapi refleksi perjalanan sejarah dan capaian pembangunan. Karena itu, suasana peringatan perlu sudah terlihat sejak awal bulan,” ujar Medy saat memberikan arahan, Kamis (26/2/2026).
Tak hanya perangkat daerah, Medy juga mendorong keterlibatan berbagai elemen lain, termasuk sektor swasta, perbankan, pelaku usaha, hingga lembaga pendidikan. Ia berharap seluruh komponen masyarakat dapat ikut serta menghias lingkungan masing-masing sebagai bentuk kontribusi terhadap peringatan hari jadi kota.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat akan memperkuat rasa persatuan. Semarak atribut yang terpasang di perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga ruas-ruas jalan utama akan menjadi simbol kegembiraan kolektif menyambut bertambahnya usia Kota Bengkulu.
Tahun ini, peringatan Hari Jadi ke-307 memiliki nuansa berbeda karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu menyesuaikan konsep kegiatan agar tetap menghormati suasana ibadah umat Muslim yang tengah menjalankan puasa.
Medy menegaskan bahwa seluruh rangkaian acara akan dikemas dengan mempertimbangkan nilai-nilai religius dan kekhusyukan Ramadan. Ia memastikan tidak ada kegiatan yang berpotensi mengganggu ketenangan masyarakat dalam menjalankan ibadah.
“Perayaan tetap berjalan, tetapi harus selaras dengan suasana Ramadan. Kita ingin keseimbangan antara semangat memperingati sejarah kota dan penghormatan terhadap bulan suci,” jelasnya.
Sebagai agenda utama, Pemerintah Kota Bengkulu tetap akan melaksanakan upacara peringatan hari jadi serta rapat paripurna sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan perjalanan pemerintahan daerah. Kedua kegiatan tersebut menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dari tradisi peringatan hari lahir kota setiap tahunnya.
Sementara itu, untuk kegiatan yang bersifat hiburan massal, pemerintah merencanakan pelaksanaannya setelah Hari Raya Idul Fitri. Keputusan ini diambil agar masyarakat dapat lebih leluasa berpartisipasi tanpa mengurangi kekhidmatan bulan Ramadan.
Dengan pola seperti ini, pemerintah berharap seluruh rangkaian peringatan tetap berjalan optimal. Selain menjaga nilai historis, perayaan juga diharapkan menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Lebih jauh, Medy mengingatkan bahwa usia 307 tahun merupakan perjalanan panjang yang penuh dinamika. Kota Bengkulu telah melewati berbagai fase perkembangan, mulai dari masa kolonial hingga era modern saat ini. Oleh sebab itu, momentum hari jadi semestinya dimaknai sebagai kesempatan untuk melakukan evaluasi dan memperkuat komitmen pembangunan ke depan.
Ia juga mengajak seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemkot Bengkulu menjadikan peringatan ini sebagai pemicu peningkatan kinerja dan pelayanan publik. Menurutnya, bentuk penghormatan terbaik terhadap sejarah kota adalah dengan menghadirkan pelayanan yang semakin profesional dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Dengan semangat kebersamaan, Pemerintah Kota Bengkulu optimistis peringatan Hari Jadi ke-307 akan berlangsung khidmat sekaligus penuh makna. Dekorasi yang menghiasi kota sejak awal Maret diharapkan mampu menumbuhkan kebanggaan warga terhadap identitas daerahnya.
Pada akhirnya, perayaan ini bukan hanya tentang seremonial tahunan, melainkan simbol persatuan dan tekad bersama untuk membawa Kota Bengkulu terus maju, berkembang, dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra