TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> PKS Muda Provinsi Bengkulu, sebuah sayap dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mengadakan seminar kepemudaan pada Sabtu pagi (7/9) dengan tema "Optimalisasi Peran Pemuda dan Persiapan Kontribusi untuk Indonesia Emas 2045." Acara ini bertempat di Balai Raya Semarak, Provinsi Bengkulu, dan dihadiri oleh ratusan pemuda dari berbagai latar belakang dan perguruan tinggi di seluruh Bengkulu.
Khairil Anwar, Asisten Gubernur Bengkulu Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), hadir mewakili Gubernur Bengkulu. Dalam sambutannya, Khairil menegaskan bahwa pemerintah sangat terbuka terhadap inisiatif pendidikan politik yang diusung oleh partai politik maupun organisasi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa Gubernur Rohidin Mersyah pernah melemparkan gagasan serupa saat masih menjabat di Kesbangpol.
"Pemerintah sangat mengapresiasi gagasan besar ini. Saya masih ingat, ketika Pak Gubernur masih di Kesbangpol, beliau pernah menggagas dan mengajak partai politik serta organisasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pendidikan politik. Hari ini, Mas Hadi dan kawan-kawan dari PKS Muda berhasil mewujudkannya. Ini adalah pencapaian luar biasa," ujar Khairil.
Khairil juga menambahkan bahwa Gubernur Rohidin Mersyah memiliki komitmen kuat terhadap perkembangan partai politik di Bengkulu. Ia juga menyebut bahwa Balai Raya Semarak yang sebelumnya hanya digunakan untuk acara-acara tertentu kini terbuka untuk berbagai kegiatan, termasuk pendidikan politik. "Sekarang, siapa pun yang ingin mengadakan acara di sini, termasuk kegiatan pendidikan politik, dipersilakan. Ini adalah perubahan positif yang dibawa oleh Gubernur Rohidin," tambah Khairil sambil membuka acara secara resmi.
Di sisi lain, Hadi Pratama, Ketua PKS Muda Bengkulu, mengungkapkan kegelisahannya terkait situasi politik saat ini yang mendorong dilaksanakannya seminar ini. Menurutnya, kondisi politik saat ini sangat memprihatinkan, dengan banyaknya aktor politik yang tidak kompeten, korup, dan miskin nilai. Hal ini, kata Hadi, menimbulkan kecemasan dan keprihatinan terhadap masa depan bangsa.
"Seminar ini kami selenggarakan karena kami prihatin dengan kondisi politik saat ini. Kita melihat banyak pelaku politik yang tidak kompeten, koruptif, dan minim nilai-nilai moral. Jika dibiarkan, kondisi ini hanya akan memperburuk keadaan dan tidak memberikan harapan bagi generasi muda," ungkap Hadi.
Hadi menegaskan bahwa seminar ini merupakan langkah awal dalam mempersiapkan pemimpin masa depan yang berkompeten dan berintegritas. Ia berharap para peserta seminar dapat menjadi agen perubahan yang membawa solusi konkret bagi masyarakat dan mewujudkan cita-cita keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan.
"Melalui seminar ini, kita bersama-sama berproses dan mempersiapkan diri untuk menjadi tokoh pembaharu yang mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Harapan kami, peserta seminar ini siap bertarung di Pemilu 2029 dan mewujudkan meritokrasi politik baik di tingkat nasional maupun daerah," jelas Hadi.
Di sisi lain, Sujono, pembina seminar PKS Muda Bengkulu, mengapresiasi dukungan dari pemerintah, khususnya Gubernur Bengkulu. Ia menyampaikan terima kasih atas keterbukaan pemerintah dalam mendukung pendidikan politik bagi generasi muda.
"Sebagai pembina, saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah, terutama kepada Gubernur Bengkulu, yang telah sangat mendukung pendidikan politik ini. Kita berharap, apa yang telah dirintis oleh Gubernur Rohidin ini dapat dilanjutkan di masa mendatang," ucap Sujono singkat.
Seminar kepemudaan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para pemuda untuk terus mengembangkan diri dan berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih baik menuju tahun 2045. Dengan optimisme dan semangat yang tinggi, PKS Muda Bengkulu berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mencetak generasi pemimpin yang berintegritas dan berkompeten.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra