Skip to main content

Prof. Agustin Muncul Sebagai Figur Harapan Rektor UNIB Mendatang

Prof. Agustin Muncul Sebagai Figur Harapan Rektor UNIB Mendatang

TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Sosok Prof. Agustin Zarkani, Sp.M.Si., Ph.D. kembali menjadi sorotan publik dalam Seminar Kebangsaan Karang Taruna Provinsi Bengkulu yang digelar di Aula Badrika, Kota Bengkulu, Sabtu (20/6/2025). Mengangkat tema “Peran Pemuda dan Masyarakat dalam Meningkatkan Semangat Nasionalisme Guna Menjaga Persatuan dan Kesatuan NKRI”, acara ini mempertemukan berbagai elemen strategis masyarakat dengan semangat kebangsaan yang menggelora.

Seminar ini dihadiri oleh kalangan mahasiswa, organisasi masyarakat daerah seperti Ikatan Keluarga Lembak dan Minang, tokoh lintas agama, organisasi kepemudaan, serta pejabat pemerintahan. Semua berkumpul dengan satu tujuan: memperkuat semangat nasionalisme dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam forum tersebut, Prof. Agustin tampil sebagai narasumber utama. Dikenal sebagai profesor termuda Universitas Bengkulu, ia hadir dengan gagasan cemerlang dan penyampaian yang menginspirasi. Lewat pemaparannya, ia menekankan bahwa nasionalisme bukan semata tentang simbol atau slogan, tetapi perwujudan nyata dalam pengabdian keilmuan dan aksi sosial.

“Nasionalisme sejati bukan sekadar teriakan semangat di podium. Nasionalisme adalah ketika ilmu yang kita miliki dipersembahkan untuk bangsa. Saya bahkan menamai spesies serangga dunia yang saya temukan dengan nama Planococcus bengkuluensis, sebagai bentuk kecintaan saya terhadap daerah ini. Bengkulu harus dikenal dunia bukan hanya karena sejarahnya, tapi juga karena kontribusi keilmuannya,” tegas Prof. Agustin, yang disambut tepuk tangan meriah dari peserta.

Pernyataan itu mencerminkan dedikasi Prof. Agustin dalam memajukan Bengkulu di kancah global. Kiprahnya di dunia akademik dan sosial terbilang luar biasa. Selain menjadi dosen berprestasi, ia merupakan tokoh penting dalam pengembangan riset dan inovasi di Universitas Bengkulu. Ia dikenal sebagai penggagas International University Conference of Agriculture (IUCA), promotor mahasiswa asing, dan penerima hibah riset global dari berbagai lembaga internasional. Tak hanya itu, ia aktif sebagai Ketua UPZ UNIB, ASASI Bengkulu, dan AMKI Wilayah Bengkulu.

Tak berlebihan jika banyak yang menyebut dirinya sebagai calon kuat Rektor UNIB mendatang. Gaya kepemimpinannya yang visioner, inklusif, dan berpijak pada nilai-nilai religius menjadi magnet tersendiri di kalangan akademisi maupun masyarakat.

Selain Prof. Agustin, sejumlah tokoh penting juga hadir dalam forum ini. Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Provinsi Bengkulu, Drs. H.S. Efendi, menyampaikan pentingnya peran adat dan budaya dalam memperkuat nasionalisme. “Warisan budaya adalah akar yang memperkuat identitas bangsa. Pemuda harus mampu menjaga nilai-nilai luhur itu di tengah gempuran globalisasi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Plt. Kepala Kesbangpol Provinsi Bengkulu, Linda Oktaviani. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemuda dalam menjaga keutuhan negara. “Tantangan kebangsaan hari ini tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari dalam. Polarisasi sosial, disinformasi, dan apatisme menjadi ancaman nyata. Maka, sinergi lintas sektor adalah kunci,” ujarnya.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bengkulu, Prof. Dr. H. Rohimin, M.Ag., juga menekankan pentingnya toleransi dan dialog antarumat dalam menjaga persatuan. Menurutnya, keberagaman bukanlah ancaman, tetapi kekayaan bangsa yang harus dikelola dengan bijak.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Provinsi Bengkulu, MN. Puja Kesuma, dalam sambutannya menegaskan komitmen Karang Taruna sebagai mitra strategis negara dalam membina generasi muda. “Kami siap menjadi garda depan dalam membina pemuda yang cinta tanah air, memperkuat solidaritas sosial, dan mencegah disintegrasi bangsa,” ujarnya.

Bagi sebagian besar peserta, kehadiran Prof. Agustin menjadi daya tarik tersendiri. Sosok ilmuwan muda yang rendah hati, religius, dan memiliki integritas tinggi itu dinilai mampu memberikan energi positif bagi generasi muda. Banyak peserta yang menyatakan bahwa figur seperti Prof. Agustin layak menjadi panutan dan bahkan pemimpin masa depan di level nasional.

“Saya baru pertama kali mendengar langsung beliau berbicara, dan jujur sangat menginspirasi. Ilmunya tinggi, tapi cara bicaranya merakyat. Ini tipe pemimpin yang kita butuhkan,” ujar Reza, seorang mahasiswa peserta seminar.

Seminar ini ditutup dengan deklarasi bersama dari peserta untuk terus memperkuat peran aktif dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Momentum ini juga dijadikan sebagai ajakan kepada seluruh masyarakat Bengkulu untuk tidak apatis terhadap isu-isu kebangsaan, serta menumbuhkan kembali semangat gotong royong dan solidaritas sosial.

Melalui forum ini, semangat kebangsaan kembali dikobarkan. Dan di antara barisan pemuda dan masyarakat itu, nama Prof. Agustin Zarkani berdiri sebagai simbol harapan baru—bahwa generasi muda Indonesia masih dan akan terus melahirkan pemimpin-pemimpin visioner yang menjadikan ilmu, moralitas, dan pengabdian sebagai landasan utama membangun negeri.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra