TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa di Pendopo Merah Putih, Kota Bengkulu, Sabtu (21/2/2026). Di tempat itulah Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing menggelar buka puasa bersama anak-anak asuh mereka. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari refleksi satu tahun kepemimpinan pasangan Dedy–Ronny dalam memimpin Kota Bengkulu.
Acara yang berlangsung sederhana namun sarat makna itu tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, momen tersebut dijadikan ruang silaturahmi dan penguatan ikatan emosional antara para pejabat daerah dengan anak-anak yatim yang berada dalam binaan mereka. Sejak sore hari, anak-anak tampak hadir dengan wajah ceria, duduk berdampingan dengan para orang tua asuh yang selama ini mendampingi mereka.
Kegiatan buka puasa bersama ini merupakan bagian dari program Gerakan Peduli Yatim (GPY), sebuah inisiatif sosial yang digagas untuk memastikan anak-anak yatim di Kota Bengkulu mendapatkan perhatian, kasih sayang, serta dukungan yang berkelanjutan. Melalui gerakan ini, para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu berperan sebagai orang tua asuh, tidak hanya dalam bentuk santunan materi, tetapi juga pendampingan moral dan motivasi.
Dalam sambutannya, Dedy Wahyudi menegaskan bahwa kepedulian terhadap anak yatim bukan sekadar tanggung jawab pemerintah, melainkan juga panggilan kemanusiaan dan nilai keagamaan. Ia menyampaikan bahwa tidak boleh ada satu pun anak yatim di Kota Bengkulu yang merasa sendiri atau terabaikan. Menurutnya, kebahagiaan anak-anak tersebut menjadi bagian dari ukuran keberhasilan pembangunan sosial di daerah.
“Anak-anak ini harus merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Mereka punya kita semua sebagai orang tua asuh yang siap mendampingi dan membantu kebutuhan mereka,” ujarnya di hadapan para tamu undangan dan anak-anak yang hadir.
Refleksi satu tahun kepemimpinan Dedy–Ronny juga diwarnai dengan evaluasi program-program sosial yang telah berjalan. Salah satu fokusnya adalah penguatan jaring pengaman sosial bagi kelompok rentan, termasuk anak yatim dan dhuafa. Pemerintah Kota Bengkulu, kata Dedy, berupaya memastikan bantuan tidak berhenti pada seremoni, tetapi terus berlanjut melalui pembinaan pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya.
Sementara itu, Ronny PL Tobing menambahkan bahwa kehadiran para pejabat sebagai orang tua asuh diharapkan mampu membangun rasa percaya diri anak-anak. Ia menilai perhatian dan sentuhan kasih sayang memiliki dampak besar terhadap tumbuh kembang mental dan semangat belajar mereka. “Kita ingin mereka tumbuh dengan keyakinan bahwa masa depan mereka cerah, dan ada banyak pihak yang peduli,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, para anak yatim juga menerima santunan dan bingkisan sebagai bentuk dukungan menjelang Hari Raya. Namun suasana paling menyentuh terjadi saat waktu berbuka tiba. Doa bersama dipanjatkan dengan khusyuk, memohon keberkahan bagi Kota Bengkulu serta keselamatan dan masa depan yang baik bagi seluruh anak-anak.
Dedy kembali mengingatkan bahwa menyantuni dan mengasihi anak yatim merupakan amalan yang sangat mulia dalam ajaran Islam. Ia berharap kegiatan ini menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya berbagi dan memperluas empati. Menurutnya, siapa pun yang menyisihkan sebagian rezekinya untuk anak yatim, akan mendapatkan kemuliaan dalam kehidupan dunia dan balasan kebaikan di akhirat.
Di akhir acara, Dedy menyampaikan apresiasi kepada seluruh ayah dan ibu asuh yang selama ini konsisten mendampingi anak-anak yatim di Kota Bengkulu. Ia menilai keberhasilan program GPY tidak terlepas dari komitmen dan ketulusan para orang tua asuh yang telah meluangkan waktu, tenaga, serta perhatian mereka.
Buka puasa bersama itu pun ditutup dengan ramah tamah dan sesi foto bersama. Tawa dan canda anak-anak menghiasi pendopo, mencerminkan harapan bahwa perhatian dan kasih sayang yang mereka terima hari itu akan terus tumbuh di hari-hari mendatang. Pemerintah Kota Bengkulu berharap, semangat kepedulian ini dapat menjadi budaya bersama, sehingga Kota Bengkulu benar-benar menjadi rumah yang ramah dan penuh cinta bagi setiap anak yatim.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra