TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Pemerintah Desa Pulau Panggung, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah, menggelar kegiatan Rembuk Stunting pada Selasa (21/7/2026). Forum tersebut menjadi langkah strategis dalam menyatukan komitmen seluruh elemen masyarakat untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor.
Kegiatan yang diprakarsai oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pulau Panggung ini berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur penting, mulai dari pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, pendamping desa, kader Posyandu, hingga masyarakat. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa penanganan stunting membutuhkan keterlibatan bersama, bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan semata.
Rembuk Stunting dihadiri oleh Camat Talang Empat, Kepala Puskesmas beserta jajaran tenaga kesehatan, Tenaga Ahli (TA) Pendamping Desa, Ketua BPD Abdul Hadi, Kepala Desa Pulau Panggung Nurul Ikhsan bersama perangkat desa, kader Posyandu, ibu hamil, ibu menyusui, serta masyarakat setempat.
Ketua BPD Desa Pulau Panggung, Abdul Hadi, menjelaskan bahwa rembuk stunting merupakan forum musyawarah yang bertujuan menyusun langkah-langkah nyata dalam pencegahan dan penanganan stunting di tingkat desa. Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan partisipasi aktif masyarakat.
"Melalui rembuk stunting ini kita ingin menyatukan persepsi dan komitmen bersama agar setiap program yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak dapat berjalan optimal. Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, terutama sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia balita," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pulau Panggung, Nurul Ikhsan, menegaskan bahwa pemerintah desa akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai program kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa. Salah satu fokus utama adalah memastikan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita berjalan secara berkesinambungan.
Ia mengatakan, pemerintah desa akan terus bersinergi dengan Puskesmas, kader Posyandu, dan pendamping desa untuk memastikan seluruh sasaran memperoleh pelayanan kesehatan, edukasi gizi, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin.
Dalam kesempatan tersebut, tenaga kesehatan dari Puskesmas juga memberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pemeriksaan kehamilan secara berkala, pemberian ASI eksklusif, hingga pemantauan pertumbuhan balita melalui kegiatan Posyandu. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Selain menjadi wadah diskusi, rembuk stunting juga dimanfaatkan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Berbagai masukan yang disampaikan peserta akan menjadi dasar penyusunan program prioritas desa sehingga anggaran yang dialokasikan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Partisipasi aktif kader Posyandu, ibu hamil, ibu menyusui, dan masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kesadaran terhadap pentingnya pencegahan stunting terus meningkat. Pemerintah berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat menghasilkan langkah nyata dalam menekan risiko stunting di Desa Pulau Panggung.
Melalui Rembuk Stunting ini, Desa Pulau Panggung menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, BPD, serta masyarakat diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan desa yang bebas dari stunting serta memiliki kualitas sumber daya manusia yang lebih baik di masa mendatang.
Pewarta: Hendri
Editing: Adi Saputra